Kota Tangerang
Soal Labelisasi Keluarga Miskin, Ini Kata Walikota Tangerang
Kabartangerang.com- Walikota Tangerang, Arief R Wismansyah akhirnya angkat bicara soal labelisasi Keluarga Miskin yang dikeluarkan oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang melalui Dinas Sosial (Dinsos) Kota Tangerang.
Menurut Walikota Tangerang, labelisasi yang dikeluarkan sebelumnya sudah dikonsultasikan dengan sosiolog. Sebab, labelisasi tersebut tak lain untuk menghapus penerima dana sosial dari Kementerian Sosial karena keluarga tersebut mampu.
“Label tersebut merupakan salah satu cara agar keluarga mampu tidak lagi menerima bantuan sosial, sehingga bantuan sosial yang dikucurkan oleh Kementerian Sosial benar-benar tepat sasaran,” ujar Walikota Tangerang.
Orang nomor satu di Kota Tangerang tersebut mengungkapkan, penerima bantuan sosial tidak bisa dihapus dari database apabila tidak ada surat pernyataan pengundurun diri dari yang bersangkutan (penerima).
“Memang susah untuk menghapus data tersebut, sehingga dikeluarkan labelisasi Keluarga Miskin, sehingga keluarga yang mampu tidak lagi menerima bantuan sosial yang memang dikhususkan bagi keluarga yang tidak mampu,” papar Walikota Tangerang seraya menambahkan, jika cuma ditempel label Keluarga Pra Sejahtera pasti mereka tidak malu menerima bantuan yang bukan haknya.
“Kita ingin bantuan sosial itu tepat sasaran yakni keluarga yang benar-benar tidak mampu. Masa keluarga mampu masih menerima bantuan sosial,” imbuhnya.
Ketika ditanya soal pendataan di lapangan, pria yang tinggal di Jalan Sinar Hati tersebut menerangkan, jika pendataan tersebut dilakukan oleh Badan Pusat Statistik (BPS), lalu diverifikasi lagi. “Sekarang buktinya masih banyak keluarga mampu masih menerima bantuan sosial,” pungkasnya.
Disisi lain, Walikota Tangerang juga mengajak kepada pemerhati pemerintahan agar memberikan masukan yang konkrit. Sebab, yang diinginkan Pemkot Tangerang adalah penerima bantuan sosial tepat sasaran.
“Berikan kami masukan atau gagasan yang jelas, sehingga keluarga yang tidak mampu benar-benar mendapatkan haknya. Dengan adanya labelisasi Keluarga Miskin tersebut, sebanyak 120 keluarga mampu menyatakan mengundurkan diri dari penerima bantuan sosial,” jelasnya.
Sementara itu, Siti Jubaidah, warga RW 07, Kelurahan Neglasari, Kecamatan Neglasari memutuskan untuk berhenti mendapatkan bantuan.
Saat diverifikasi lapangan oleh petugas Dinas Sosial (Dinsos) Kota Tangerang bersama pegawai kecamatan, Jubaidah langsung menyatakan tidak mau dipasang label dan memilih mengundurkan diri. Karena dia juga menyadari secara sadar seharusnya dia tidak menerima.
Tanpa paksaan, dengan kemauannya sendiri, wanita tiga anak ini bersedia digraduasi dan menandatangani pemberhentian penerimaan bantuan “Keluarga Miskin” setelah kini dirinya sudah memiliki rumah yang layak, kendaraan roda empat serta lima kontrakan yang terisi setiap bulannya.
“Saya sudah terima sejak 2016, beras telur dan uang setiap bulannya. Saya terima dari Kementrian Sosial. Kalau sekarang harus dilabelisasi “Keluarga Miskin” saya tidak mau.”
“Malu lah saya dengan tetangga, apalagi kalau keluarga saya datang ke rumah, apa kata mereka,” ungkap Siti Jubaidah, saat dilakukan verifikasi ke rumah keluarga penerima manfaat oleh Dinsos, Camat dan Lurah, Selasa, 3 September 2019.
Plt Kepala Dinsos Kota Tangerang, Suli Rosadi menuturkan, program ini bertujuan memverifikasi secara lebih jelas target penerima bantuan yang lebih tepat sasaran. Mengurangi pihak-pihak yang tidak layak menerima namun pura-pura miskin. Sehingga selanjutnya, semua bantuan yang dikucurkan bisa tepat sasaran.
“Saya pun berharap, masyarakat Kota Tangerang yang tidak layak menerima bantuan untuk proaktif terhadap program ini. Sehingga jumlah kemiskinan serta bantuan yang dikucurkan baik dari Pemerintah Kota Tangerang maupun pusat bisa lebih tepat sasaran,” harapnya.(ydh)
-
Nasional4 minggu agoMenteri Maman Abdurrahman: Toko Mama Khas Banjar Jadi Pelajaran Pentingnya Kolaborasi Kebijakan UMKM
-
Nasional4 minggu agoLamiPak Dorong Penggunaan Kemasan Aseptik untuk Perkuat Industri Minuman Nasional
-
Nasional4 minggu agoToko Mama Khas Banjar Jadi Model Penguatan UMKM Berbasis Kolaborasi
-
Jabodetabek4 minggu agoPT Nusantara Infrastructure Tbk Gelar “She Drives Change”: Cara Edukasi Berkendara Aman, Nyaman dan Ramah Lingkungan
-
Tangerang4 minggu agoWali Kota Benyamin Lepas 393 Jemaah Haji Kloter Pertama Asal Tangerang Selatan
-
Nasional4 minggu agoLamiPak Tawarkan Kemasan Aseptik sebagai Solusi Alternatif bagi Industri Minuman Nasional
-
Tangerang3 minggu agoPeringatan Hari OTDA ke-XXX Tahun 2026, Tangerang Selatan Raih Peringkat 3 Nasional Kota Berkinerja Tinggi dari Kemendagri
-
Tangerang3 minggu agoDiskominfo-BPS Tangerang Selatan Dorong Data Akurat Melalui Program Kelurahan Cinta Statistik



