Entertainment
Geram Disindir, Nikita Mirzani Beber Biaya Persalinan
Kabartangerang.com, JAKARTA–Aktris Nikita Mirzani kembali membuat heboh media sosial. Kali ini terkait biaya melahirkan anak ketiganya, Arkana Mawardi.
“Karena Arka udah sembuh, boleh dong miminya bikin ketegangan lagi di dunia sosmed. Kangen kan kalian,” ungkap Nikita Mirzani lewat Insta Story miliknya, Senin (13/5).
Pemain film Jakarta Undercover itu memperlihatkan struk biaya persalinan mencapai Rp143 juta. Menurutnya angka ratusan juta tersebut belum semuanya dijumlahkan.
“Lihat nih Rp143 juta sekian. Ini belum semua saudara-saudara,” ujar Nikita Mirzani.
Niki sapaannya, membeberkan biaya itu untuk menjawab sindiran seseorang. Oknum itu menyebut dirinya mendapat diskon melahirkan di Rumah Sakit Eka Hospital, BSD.
“Jadi kalau ada yang bilang ruang Nicu (neonatal intensive care unit) satu hari Rp1,5 juta biar gue injek lehernya, si nenek gayung nenek peyot itu,” beber Nikita Mirzani.
Ahmad Dhani Nyanyikan Mulam Lagu Romantis
Seperti diketahui, Nikita Mirzani melahirkan anak ketiganya pada Minggu (28/4) lalu. Bayi laki-laki yang diberi nama Arkana Mawardi itu merupakan hasil pernikahannya dengan Dipo Latief yang kini telah bercerai. (jpnn)
-
Tangerang4 minggu agoBenyamin Pastikan Tumpukan Sampah di Tangerang Selatan Sudah Teratasi
-
Nasional4 minggu agoJMSI Banten Rayakan Ulang Tahun ke-6 dengan Aksi Nyata untuk Masyarakat dan Alam
-
Jabodetabek4 minggu agoToko Cat Premium WarnaGo Dibuka di Tangerang, Siap Jadi Mitra Proyek dan Hunian
-
Tangerang4 minggu agoPemkot Tangerang Selatan Gandeng KPK Perkuat Pencegahan Korupsi Lewat Program Keluarga Berintegritas
-
Tangerang4 minggu agoPilar Hadiri Puncak HPN 2026 di Banten: Perkuat Peran Pers Hadapi Tantangan Era Digital dan AI
-
Tangerang3 minggu agoEra Benyamin–Pilar Saga, SDN Babakan 01 Bertransformasi Jadi Lebih Layak dan Modern
-
Tangerang2 minggu agoPengurus KONI Tangerang Selatan Masa Bakti 2025–2029 Resmi Dilantik
-
Tangerang1 minggu agoPemkot Tangerang Selatan Gelar Bazar Ramadan 1447 H Serentak di 7 Kecamatan pada 5 Maret 2026



