Banten
22 Desa Ditetapkan Jadi Desa Wisata di Kabupaten Serang
Kabartangerang.com – Melalui Surat Keputusan (SK) Bupati Serang sebanyak 22 desa yang tersebar di 29 kecamatan se-Kabupaten Serang ditetapkan menjadi Desa Wisata.
Anas Dwisatya Prasadya, Kepala Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Kabupaten Serang mengungkapkan, pihaknya pada Rabu 27 Juli 2022 telah menggelar rapat pembinaan desa wisata dari rintisan jadi berkembang. Karena saat ini sudah ada penetapan dari bupati terhadap 22 desa masuk kategori desa wisata di Kabupaten Serang.
“Dari situ mudah-mudahan kita bisa memotivasi masyarakat desa untuk lebih menyosialisasikan kepada masyarakat,” kata Anas dalam siaran persnya, Kamis (28/7/2022).
Karena, kata Anas, tanpa adanya partisipasi masyarakat akan sulit bagi desa wisata untuk dapat berkembang ke arah lebih lanjut lagi. “Kaya sekarang desa wisata rintisan kita berharap dari rintisan bisa ke desa berkembang. Sekarang rintisan semua, kaya kemarin semacam Cikokelet ikut ke desa rintisan,” tambahnya.
Baca juga : Bendung Sindangheula Bakal Jadi Destinasi Wisata Kabupaten Serang
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Diskominfosatik ini, berharap pada tahun 2023 Desa Cikokelet bisa naik status jadi desa wisata berkembang. Sehingga ada peningkatan status desa. Dengan perkembangannya maka desa wisata tidak hanya sekadar desa rintisan namun akan gerak semua dari mulai masyarakat hingga ekonomi kreatif nya baik di Cikokelet maupun desa wisata lainnya.
Selain 22 desa yang sudah ditetapkan jadi desa wisata, ada juga Desa Panyabrangan yang pada tahun ini sudah ditetapkan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) menjadi desa budaya. Desa budaya ini, diharapkan bisa jadi desa wisata juga. Sementara ini kalau lihat penetapan desa wisata ada 22, mudah mudahan tahun depan nambah lagi, karena 2020 baru dua desa kemudian 2021 ada 10 desa dan 2022 ada 12 desa jadi tiap tahun ada peningkatan.
Sedangkan terkait dukungan organisasi perangkat daerah (OPD) lain untuk mendukung keberadaan desa wisata Anas memastikan sudah bergerak. Salah satunya DPMD (Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa) sangat penting dalam pengembangan desa wisata, karena dengan DPMD bisa membangkitkan BUMDes di desa tersebut. (rls/bd)
-
Tangerang4 minggu agoApel dan Halalbihalal, Benyamin Tekankan Kebersihan Lingkungan hingga Efisiensi Anggaran di Tangerang Selatan
-
Tangerang3 minggu agoLibatkan 134 Organisasi Kepemudaan di Pra Musrenbang, Pemkot Tangerang Selatan Dorong Pemuda Jadi Motor Pembangunan
-
Tangerang3 minggu agoPemkot Tangerang Selatan Ajak Warga Sukseskan ORI Campak Serentak, Sasar 109 Ribu Anak
-
Tangerang3 minggu agoPra-Musrenbang Tematik, Tangerang Selatan Matangkan Strategi Penurunan Stunting
-
Kota Tangerang4 minggu agoAntisipasi Banjir, Pemkot Tangerang Normalisasi Saluran Air di Komplek Swadaya
-
Tangerang2 minggu agoEvaluasi BLUD Kesehatan Tangerang Selatan, Pilar Saga Targetkan Faskes Daerah Setara RS Swasta Profesional
-
Kota Tangerang4 minggu agoAngkat Tumpukan Sampah Penyebab Banjir, Pemkot Tangerang Normalisasi Kali Ledug Periuk
-
Tangerang2 minggu agoGandeng HIMPSI dan IPSI, Pilar Saga Dorong Pendidikan Karakter dan Mental Anak Lewat Kolaborasi Lintas Sektor



