Nasional
LPS Sudah Likuidasi 99 Bank Bermasalah
Kabartangerang.com.COM- Sekretaris Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) Muhamad Yusron mengungkapkan hingga kini ada 99 bank bermasalah yang ditangani LPS dan akhirnya diputuskan untuk dilikuidasi.
“Dari total bank yang dilikuidasi tersebut, total pinjaman mencapai Rp1,763 triliun dan yang dinyatakan layak bayar sekitar 82,81 persen atau Rp1,460 triliun. Sedangkan yang tidak layak bayar mencapai 17,15 persen atau mencapai Rp302.350 miliar,” ujar Yusron di Semarang, Jawa Tengah, Selasa 17 September 2019.
Untuk itu Yusron mengimbau masyarakat agar tidak tergiur dengan suku bunga tinggi perbankan baik bunga simpanan atau deposito.
“Banyak nasabah yang tidak dapat menerima klaim karena bank tempat mereka menyimpan uang maupun deposito memiliki suku bunga yang tinggi, melebihi ketentuan LPS,” kata Yusron.
Ia menuturkan sesuai ketentuan LPS, maksimal suku bunga bank harus berada di level 6,75 persen untuk bank umum dan 9,25 persen untuk bank perkreditan rakyat.
LPS tidak akan membayarkan klaim jaminan simpanan di bank, jika suku bunga bank melebihi ketentuan LPS. Dia menyarankan masyarakat lebih cermat memilih bank.[sgh]
-
Bisnis2 minggu agoTop 3 Reksadana Saham dengan Imbal Hasil Paling Sepadan dengan Risiko
-
Tangerang3 minggu agoPekan Dekranasda Tangerang Selatan 2026 Sukses Digelar
-
Nasional3 minggu agoPerkuat Ekosistem Kewirausahaan Nasional, Kementerian UMKM Sambut Baik Terbentuknya PEWIRA
-
Nasional3 minggu agoMenteri UMKM Maman Abdurrahman dan Kepala BPOM Teken MoU, Luncurkan Program SAPA SEMESTA UMK Pangan Olahan
-
Tangerang3 minggu agoNGORBIT Bersama Diskominfo Tangerang Selatan, Inspektorat Dorong Tata Kelola Pemerintahan yang Bersih dan Berintegritas
-
Nasional3 minggu agoGerakan Nasional Atasi Kemiskinan Digaungkan di HUT ke-59 DNIKS, Gubernur Banten Siap Kolaborasi
-
Tangerang3 minggu agoBenyamin Apresiasi Kafilah Tangerang Selatan Peraih Prestasi di MTQ Banten 2026
-
Tangerang2 minggu agoDiskominfo Tangerang Selatan Bersama Karang Taruna Bambu Apus Hadirkan Pelatihan Literasi dan Konten Digital



