Kota Tangerang
Indikasi Intervensi Tender, Walikota Tangerang Diminta Sentil Dinas PUPR
Kabartangerang.com- Walikota Tangerang harus mengambil tindakan tegas atas adanya indikasi intervensi (kepentingan) dalam tender atau lelang proyek pada Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Tangerang dari berbagai pihak.
Atas adanya indikasi intervensi tersebut, tender atau lelang proyek sekitar Rp 450 miliar tersebut terhambat. Alhasil, percepatan pembangunan yang digaungkan Walikota Tangerang, Arief R Wismansyah untuk kepentingan masyarakat pun tertunda.
Pengamat Politik dan Pemerintahan Indonesian, Hasanudin BJ menegaskan, Pemerintah Kota Tangerang dibawah kepemimpinan Arief R Wismansyah harus mengambil tindakan tegas untuk menyelesaikan kegaduhan yang terjadi di Dinas PUPR Kota Tangerang.
“Walikota jangan menunda-nunda untuk menyelesaikan kegaduhan ini karena mampu menambah citra buruk pada kewibawaan walikota sebagai kepala daerah,” ujar Hasanudin BJ, Senin, 3 Mei 2021.
Pria yang akrab disapa BJ ini menambahkan, indikasi intervensi lelang proyek dari berbagai pihak membuktikan jika pejabat yang dipilih oleh Walikota Tangerang tidak memiliki kemampuan untuk memanajemen di Dinas PUPR Kota Tangerang.
“Yang dirugikan sekarang adalah masyarakat. Jangan sampai pembangunan di Kota Tangerang ini tertunda gara-gara adanya intervensi,” kata BJ seraya menambahkan, apabila Walikota Tangerang tidak bisa mengambil keputusan dan kebijakan untuk menyelesaikan masalah ini, maka disinyalir walikota juga memiliki kepentingan pribadi.
“Buktikan kemasyarakat jika walikota bisa mengatasi permasalahan yang berdampak kepada masyarakat,” pungkasnya.
Mantan anggota DPRD Kota Tangerang dua periode ini, sebelumnya mengungkapkan, lemahnya kepemimpinan Dinas PUPR Kota Tangerang juga menjadi penyebab adanya intervensi dari pihak luar yang mampu mengendalikan proyek lelang dengan nilai miliaran rupiah.
“Pemerintah itu harus tegak lurus. Jangan takut sama intervensi dari luar dalam mengatur atau mengendalikan proyek. Adanya intervensi seperti ini membuat kerugian semua pihak (pengusaha),” paparnya.
BJ menambahkan, terhambatnya program pembangunan infrastruktur diduga karena tidak adanya keharmonisan dijajaran bidang pada Dinas PUPR Kota Tangerang. Salah satunya karena dominasi kepala bidang yang disinyalir sedang intens mengatur pembagian proyek tender yang menjadi sorotan banyak pihak di Kota Tangerang.
“Ini bukti lemahnya manajemen kepemimpinan pada Dinas PUPR serta lemah pula pengawasan dan pembinaan dari Asisten yang membidangi pembangun serta pengawasan dari Inspektorat,” jelasnya.(ydh)
-
Nasional3 minggu agoLima Unit Usaha APP Group Sabet TOP CSR Awards 2026
-
Nasional4 minggu agoRaker dengan DPR, Menteri Maman Abdurrahman Paparkan Evaluasi Anggaran dan Kinerja Kementerian UMKM Semester I 2026
-
Nasional3 minggu agoHadapi Era Digital, Dandim Manggarai Barat Tingkatkan Pengelolaan Website Resmi Kodim Lebih Aktif dan Informatif
-
Kota Tangerang3 minggu agoWTP ke-19 Berturut-turut, Sachrudin: Pelayanan Publik Harus Semakin Berkualitas
-
Nasional3 minggu agoPerluas Akses Pendanaan Pengusaha Menengah, Wamen UMKM Helvi Moraza Luncurkan ACCES 2026
-
Tangerang3 minggu agoPemkot Tangerang Selatan Dorong Percepatan PJU Jalan Nasional Ruas Ciputat-Pamulang
-
Nasional3 minggu agoMenteri Maman Abdurrahman Luncurkan Aplikasi SAPA UMKM
-
Kabupaten Tangerang2 minggu agoKelas Ibu Hamil Kelurahan Medang Wujudkan Generasi Sehat Sejak Dini



