Kabupaten Tangerang
DP3A Kabupaten Tangerang Gencarkan Upaya Pencegahan Kekerasan terhadap Perempuan dan Anak
Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kabupaten Tangerang menggencarkan upaya pencegahan kekerasan terhadap perempuan dan anak. Salah satunya lewat kegiatan Koordinasi Peningkatan Kapasitas Layanan Terpadu Perlindungan Perempuan di Hotel Shapphire Sky BSD, Kamis (18/7/2024).
Kepala DP3A, Asep Suherman menuturkan, saat ini jumlah kasus kekerasan terhadap perempuan semakin meningkat. Begitu pula dengan masih banyaknya kasus yang belum terselesaikan dengan baik.
Asep memaparkan data kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak yang dilaporkan. Pada 2021 terdapat 154 kasus, 2022 sebanyak 192 kasus, 2023 sebanyak 174 kasus dan 2024 hingga bulan Juni sebanyak 102 kasus.
āJumlah kasus ini menunjukkan bahwa layanan yang cepat, tepat, akurat, terpadu, dan komprehensif sangat diperlukan untuk memastikan perempuan dan anak yang menjadi korban tindak kekerasan merasa aman dan terlindungi,ā ujar dia.
Dirinya pun mengungkapkan tujuan kegiatan yang dilaksanakan, yakni untuk meningkatkan koordinasi dan kerja sama lintas sektoral antara DP3A dengan lembaga dan instansi terkait dalam pelayanan perlindungan perempuan dan anak korban kekerasan.
Menurutnya, DP3A tidak dapat bekerja sendiri dalam menjalankan tugas dan fungsinya, melainkan harus berkoordinasi dan berjejaring dengan instansi dan lembaga lain yang bergerak di bidang perlindungan perempuan dan anak.
āKerja sama lintas sektoral sangat penting untuk memastikan penyelesaian kasus yang optimal,ā tambah Asep.
Lebih lanjut, untuk pengelolaan kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak harus dilakukan secara tuntas dan komprehensif. Penanganan harus dimulai dari penjangkauan hingga pemberian pendampingan yang dilakukan secara utuh.
āSelain itu, dampak dan manfaat dari penanganan kasus juga harus diperhatikan,ā jelasnya.
Terkait penanganan masalah tersebut, ia mengungkapkan, telah terjadi berbagai masalah dihadapi dalam pelayanan terhadap perempuan dan anak korban kekerasan, seperti beberapa kasus yang penyelesaiannya terhambat dan kurangnya komunikasi antar lembaga.
āHal-hal tersebut harus segera dicari solusinya agar masyarakat terlayani secara paripurna,ā ujar Asep.
Asep berharap kegiatan ini juga dapat menyamakan persepsi dalam perlindungan dan penanganan kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak serta meningkatkan pelayanan kepada masyarakat.
āDengan koordinasi dan kerja sama yang baik, kita dapat memberikan perlindungan yang lebih efektif dan menyeluruh bagi perempuan dan anak korban kekerasan,ā pungkasnya.
-
Kabupaten Tangerang4 minggu agoKabupaten Tangerang Raih Paritrana Award 2025
-
Kabupaten Tangerang4 minggu agoBupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid Serahkan Peralatan Usaha WUB, Dorong Kemandirian dan Penyerapan Tenaga Kerja
-
Kabupaten Tangerang4 minggu agoIntan Nurul Hikmah Resmikan Bank Sampah Unit Puspem Kabupaten Tangerang
-
Kabupaten Tangerang4 minggu agoSekda Lepas 389 Jamaah Haji Kloter 12 JKB Asal Kabupaten Tangerang
-
Kota Tangerang4 minggu agoDorong Mobilitas Lebih Hemat, Pemkot Tangerang Ajak Masyarakat Naik Transportasi Umum
-
Nasional1 minggu agoLima Unit Usaha APP Group Sabet TOP CSR Awards 2026
-
Kota Tangerang4 minggu agoOptimis Juara Umum POPDA 2026, Pemkot Tangerang Siapkan Rp25 Juta untuk Peraih Emas
-
Nasional2 minggu agoRaker dengan DPR, Menteri Maman Abdurrahman Paparkan Evaluasi Anggaran dan Kinerja Kementerian UMKM Semester I 2026



