Entertainment
Dapat Kritikan Soal Rambut Nabi, Opick Berencana Silahturahmi ke MUI
Kabartangerang.com, JAKARTA — Pelantun lagu Tombo Ati, Opick, menanggapi krItikan Majelis Ulama Indonesia (MUI) terkait membawa sehelai rambut Nabi Muhammad SAW ke Indonesia.
MUI meminta masyarakat di Tanah Air untuk mengkritisi soal kebenaran rambut tersebut. Dan juga mempertanyakan dari manfaat sehelai rambut itu. Sebab peninggalan nabi hanya ada dua, yakni Alquran dan As-Sunnah.
Menanggapi pertanyaan dari MUI itu, pemilik nama lengkap Aunur Rofiq Lil Firdaus akan menyambangi MUI sekaligus untuk bersilaturahmi. Rencananya hanya dia seorang, tidak melibatkan ulama atau kiai lainnya.
“Ya harus ke sana (MUI) mereka orang mulia, orang hebat. Ke sana tapi saya aja, kiai-kiai nggak usah. Silaturahmi. Karena sebenarnya enggak ada pertentangan, nggak ada kontra. Mereka para ulama di MUI cuma ngomong bahwa yang diwariskan Quran dan sunnah,” kata Opick di Jakarta.
Opick mengungkapkan bahwa telah menerima amanah untuk menjaga sehelai rambut Nabi Muhammad SAW dari Dewan Ulama Thariqah Indonesia (DUTI). Untuk mendapatkan amanah tersebut tidak mudah, harus ada persyaratan yang ketat.
Opick membacakan pernyataan resmi dari DUTI dan Indonesia yang menitipkan rambut suci tersebut kepada Opick.
- Opick sudah merupakan anggota pengurus. (Dewan Ulama Thariqah Internasional) DUTI.
- Opick telah berjanji serta bertekad kuat untuk mensyiarkan rasa cinta dan rindu kepada Nabi Muhammad SAW melalui kehadiran rambut suci ini di tengah-tengah ummat nantinya.
- Opick bersedia dan mematuhi segala ketentuan yang telah disepakati Dewan Ulama Thariqah Internasional dalam menjaga dan merawat rambut suci sekaligus menjalankan adab dan etika dalam penjagaan rambut suci Nabi Muhammad SAW, sejalan dengan aqidah ahlusunnah wal jamaah serta sesuai tuntunan Alquran dan Hadist.
Amanah tersebut berlaku seumur hidup. Namun bila dikemudian hari keberadaan rambut suci ini tidak terjamin keamanan dan perawatannya, maka DUTI berhak menarik kembali titipan rambu suci tersebit dan dikembali kepada pemegang amana utama yakni DUTI di Istambul Turki.
Dalam kesempatan itu, Opick mempersilahkan masyarakat untuk melihat langsung helaian rambut Nabi Muhammad SAW. Namun pesan Opick agar jangan dijadikan sembahan.
“Kalau ingin untuk melihat rambut Nabi bisa datang langsung ke rumah saya. Ajak keluarga juga boleh, ya asal konteksnya tidak berhala, karena ini rambut Nabi Muhammad,” ujar Opick.
Sebelumnya Wakil Ketua Umum MUI, Yunahar Ilyas mengatakan bahwa nabi tidak mewariskan apa-apa keculai Alquran dan As-Sunnah.
“Ya Nabi mengatakan, ‘Aku tidak mewariskan apa-apa kecuali Alquran dan As-Sunnah.’ Yang penting itu bukan rambut atau warisan fisik Nabi, tapi Alquran dan As-Sunnah,” kataYunahar.
MUI juga meminta publik untuk mengkritis pengakuan Opick soal rambut Nabi. Selain itu, Yunahar juga mempertanyakan kenapa rambut Nabi dibawa ke Indonesia.
“Kalaupun iya itu rambut Nabi, lalu untuk apa? Pertanyaannya untuk apa? Kalau baju, sandal, serban, dan sejenisnya bisa dilihat aspek budayanya. Nah, rambut untuk apa?” kata Yunahar.
Sebelumnya, Sektretaris DUTI, Zubari Ahmad menjelaskan Opick dapat membawa rambut suci nabi karena masih tersambung dengan silsilah nabi. Yakni masih keturunan Sunan Walisongo.
“Karena beliau juga masih dari silsilahnya masih tersambung ke Rasulullah SAW, jadi dia ke Sunan Ampel. Pokoknya dia masih tersambung sunan-sunan Walisongo itu. Kemudian Walisongo itu kan nasabnya tersambung ke Rasulullah,” ujar dia. (din/fin)
-
Tangerang3 hari agoBenyamin Pastikan Tumpukan Sampah di Tangerang Selatan Sudah Teratasi
-
Jabodetabek4 hari agoToko Cat Premium WarnaGo Dibuka di Tangerang, Siap Jadi Mitra Proyek dan Hunian
-
Nasional4 hari agoJMSI Banten Rayakan Ulang Tahun ke-6 dengan Aksi Nyata untuk Masyarakat dan Alam
-
Tangerang3 hari agoPemkot Tangerang Selatan Gandeng KPK Perkuat Pencegahan Korupsi Lewat Program Keluarga Berintegritas
-
Tangerang3 hari agoPilar Hadiri Puncak HPN 2026 di Banten: Perkuat Peran Pers Hadapi Tantangan Era Digital dan AI
-
Tangerang21 jam agoEra Benyamin–Pilar Saga, SDN Babakan 01 Bertransformasi Jadi Lebih Layak dan Modern



