Nasional
Batasi Kebebasan Berekspresi, Pemblokiran Layanan Data di Papua Tidak efektif
Kabartangerang.com – Kebijakan pembatasan akses internet di Papua dan Papua Barat pasca aksi massa dan kerusuhan oleh Kementrian Informasi dan Komunikasi (Kominfo) menuai banyak kritikan.
Salah satunya datang dari Akademisi dan Pengiat HAM Achmad Fanani Rosyidi. Ia mengatakan menyebut penyelesaian masalah Papua oleh pemerintah berorientasi jangka pendek tidak efektif, karena jauh akar persoalan Papua.
“Pada era presiden Jokowi sudah beberapa kali melakukan pembatasan internet, padahal sejak reformasi media sosial menjadi medium arus informasi diluar media mainstream yang tidak terlalu banyak menyorot isu Papua,” jelasnya saat dihubungi Kabartangerang.com, Jumat (23/8)
Penulis buku ‘Ambiguitas Politik HAM Papua’ tersebut menambahkan sebelumnya Kominfo sudah memblokir puluhan situs tentang Papua yang menurut pemerintah berkaitan dengan separatisme jauh sebelum kasus sekarang.
“Catatan saya ada sekitar 14 situs yang diblokir kominfo terkait isu-isu Papua karena dianggap berkaitan dengan separatisme, pendekatan tersebut berbahaya bagi kebebasan berekspresi, jika kebijakannya membatasi akses informasi,” lanjutnya.
Ia menambahkan pendekatan penyelesaian persoalan Papua seharusnya dengan kebijakan jangka panjang dan tidak membatasi kebebasan berkespresi, sebagaimana komitmen presiden Jokowi membuka kran demokrasi seluas-luasnya di Papua.
“Sampai saat ini akses jurnalis di Papua masih dibatasi, terutama jurnalis asing. sukar untuk memahami persoalan Papua tanpa informasi dari akar rumput, jika pendekatan jangka pendek terus dilakukan, akan sangat berbahaya untuk demokrasi dan HAM ke depan,” tutupnya.[ab]
-
Tangerang4 minggu agoLibatkan 134 Organisasi Kepemudaan di Pra Musrenbang, Pemkot Tangerang Selatan Dorong Pemuda Jadi Motor Pembangunan
-
Tangerang4 minggu agoPra-Musrenbang Tematik, Tangerang Selatan Matangkan Strategi Penurunan Stunting
-
Tangerang4 minggu agoPemkot Tangerang Selatan Ajak Warga Sukseskan ORI Campak Serentak, Sasar 109 Ribu Anak
-
Tangerang3 minggu agoEvaluasi BLUD Kesehatan Tangerang Selatan, Pilar Saga Targetkan Faskes Daerah Setara RS Swasta Profesional
-
Tangerang2 minggu agoHPSN 2026, Pilar Saga Sampaikan Pentingnya Pilah Sampah Sejak Sekolah untuk Bentuk Generasi Cerdas
-
Tangerang3 minggu agoPembangunan Tangerang Selatan 2027, Benyamin: Infrastruktur Diperkuat hingga Layanan Publik Berbasis Digital Dikebut
-
Tangerang2 minggu agoKomitmen Penuhi Kebutuhan Air Bersih Masyarakat, Pemkot Tangerang Selatan Dukung Pembangunan SPAM Kali Angke 2
-
Tangerang3 minggu agoGandeng HIMPSI dan IPSI, Pilar Saga Dorong Pendidikan Karakter dan Mental Anak Lewat Kolaborasi Lintas Sektor



