Banten
Miris, Warga Korban Longsor Lebak Hidup Terkatung-katung
Kabartangerang.com- Tragedi longsor yang menerjang sebagian wilayah di Kabupaten Lebak setahun silam masih menyisakan duka mendalam bagi masyarakat terdampak.
Hal itu terlihat dari banyaknya warga yang masih bertahan di Hunian Sementara (Huntara) dan mengandalkan bantuan donasi untuk bertahan hidup.
Seperti ratusan warga Desa Banjarsari, Kampung Cigobang, Kecamatan Lebak Gedong. Untuk sementara, bagi mereka tidak ada pilihan lain, lantaran tragedi ini telah melumpuhkan berbagai sektor. Mulai dari perekonomian hingga sosial.
Banyak masyarakat yang juga kehilangan mata pencaharian. Kemudian rumah, harta benda hingga sanak saudaranya karena diterjang longsor.
Diketahui, terdapat 12 desa dari 4 Kecamatan di Kabupaten Lebak selain Lebak Gedong yang terdampak longsor yakni Kecamatan Cipanas, Sajira, dan Curugbitung.
Koordinator warga, Riman Wahyudi mengatakan, mereka terkatung-katung lantaran penanganan dari pemerintah setempat minim, sehingga membuat mereka mandiri ditengah keterbatasan.
“Pelan-pelan kita bertahan, gotong-royong. Kita buat pertanian untuk ketahanan pangan, itu (ketahanan pangan) tanpa bantuan pemerintah. Tidak mungkin kita mengandalkan donasi terus,” ujarnya, Jumat, 1 Januari 2021.
Saking minimnya penanganan, kata Riman bahkan pasokan listrik saja mereka tidak dapatkan dari pemerintah Kabupaten Lebak. Listrik yang mereka gunakan saat ini tidak gratis.
“Pengungsi di Cileuksa saja gratis listriknya. Kalau kita enggak. Kita harus bayar. Bayangkan saja,” kata Riman yang juga relawan asal Jakarta ini.
Lokasi yang ditempati warga Desa Banjarsari, Kampung Cigobang, Kecamatan Lebak Gedong, kata Riman masuk wilayah Kabupaten Bogor. Tepatnya Kecamatan Cileuksa. Menurut, Riman hal ini terjadi karena para warga tidak mendapat lahan untuk mengungsi di wilayahnya sendiri di Kabupaten Lebak.
“Belum lama ini kita ketemu sama DPRD Banten membicarakan hal ini (lahan). Katanya mereka mau diberikan lahan untuk ngungsi di wilayah Lebak. Itu janjinya,” kata Riman.
Sulit memang untuk menjangkau lokasi pengungsian. Apalagi bila terjadi hujan, akses jalan yang masih tanah merah menjadi sangat licin. Sehingga harus kendaraan khusus yang dapat mengaksesnya.
“Kian hari relawan semakin sedikit tidak seperti baru bencana. Jadi kita harus mandiri,’ kata Riman.
Kehadiran relawan kata Riman memang sangat mempengaruhi psikologi warga. Artinya, meski bencana telah setahun berlalu artinya masih ada yang peduli dengan mereka.
Melihat kondisi ini, warga terdampak longsor Lebak kedatangan relawan Gabugan dari sejumlah komunitas. Seperti Tangerang Kita Peduli (TKP), Garut Trail Advanture (GTA), dan Rawa Cipondoh Advanture (RCA) untuk menyalurkan donasi.
“Donasi ini berupa sembako yang kita kumpulkan dari para donatur,” ujar Koordinator Relawan, Muhammad Iqbal.
Menurut dia, keadaan yang terjadi di Kabupaten Lebak ini mengkhawatirkan. Lantaran, minimnya perhatian dari pemerintah setempat.
“Seharusnya manusia bisa memanusiakan manusia. Saya berharap kawan-kawan yang lain bisa ikut donasi bantu mereka. Kalau nunggu pemerintah mau sampai kapan?,” tegasnya.(ydh)
-
Tangerang1 minggu agoPemkot Tangerang Selatan Gelar Renungan Suci di TMP Seribu
-
Tangerang1 minggu agoTasyakuran HUT ke-81 RI, Benyamin Ajak Masyarakat Tangerang Selatan Perkuat Kebersamaan
-
Tangerang1 minggu agoPenurunan Bendera Merah Putih HUT ke-81 RI di Tangerang Selatan, Pilar Saga: Generasi Muda Harapan Bangsa
-
Tangerang2 minggu agoKemarau Panjang, Pilar Saga: Pemkot Tangerang Selatan Salurkan 339.200 Liter Air Bersih untuk Warga Terdampak Kekeringan
-
Tangerang1 minggu agoParade Tank Meriahkan HUT ke-81 RI di Tangerang Selatan, Ribuan Warga Antusias Menyaksikan
-
Tangerang1 minggu agoTingkatkan Kompetensi Digital, Warga Tangerang Selatan Belajar Content Creator dan Coding di Masjid
-
Tangerang6 hari agoMelalui Tangerang Selatan Mengaji, Pilar Saga Dorong Peran Guru Ngaji Diperkuat untuk Bentuk Karakter Generasi Muda di Era Digital
-
Tangerang1 minggu agoBenyamin Ajak Warga Tangerang Selatan Urus Tanah Warisan, Ada Diskon BPHTB 81 Persen



