Nasional
Pemerintah Butuh Duit Rp375 Triliun untuk 2.500 km Jalan Tol
Kabartangerang.com.COM- Pembangunan jalan tol di periode kedua pemerintahan Jokowi akan dilanjutkan. Pemerintah akan membangun 2.500 km jalan to baru, yang membutuhkan duit sebesar Rp375 triliun.
Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimulyo mengatakan, dana pembangunan jalan tol per km antara Rp110 sampai 150 miliar.
“Kalau tol elevated butuh Rp300 miliar per km. Kalau 100 miliar per km dikali 2500 km sudah mencapai Rp250 triliun. Jadi butuh sekitar Rp250 sampai Rp375 triliun,,” ungkap Basuki di Gedung BEI, Jakarta, Jum’at (27/9/2019).
Menurut Basuki, pembangunan jalan tol pada periode kedua akan difokuskan di luar pulau Jawa. Terutama merampungkan jalan tol Tran Sumatera.
“Pembangunan yang 2000 km di Sumatera. Sisanya JORR II sampai Balaraja.Tahun 2020 Jagorawi dan Cibitung,” ujar Basuki.
Mengenai sumber dana, menurut Basuki tidak sepenuhnya dari APBN. Ada juga skema pandanaan Kerjasama Pemerintah dengan Bada Usaha (KPBU) dan VGF (Viability gap Funding). (rma)
-
Tangerang4 minggu agoLibatkan 134 Organisasi Kepemudaan di Pra Musrenbang, Pemkot Tangerang Selatan Dorong Pemuda Jadi Motor Pembangunan
-
Tangerang4 minggu agoPra-Musrenbang Tematik, Tangerang Selatan Matangkan Strategi Penurunan Stunting
-
Tangerang4 minggu agoPemkot Tangerang Selatan Ajak Warga Sukseskan ORI Campak Serentak, Sasar 109 Ribu Anak
-
Tangerang3 minggu agoEvaluasi BLUD Kesehatan Tangerang Selatan, Pilar Saga Targetkan Faskes Daerah Setara RS Swasta Profesional
-
Tangerang2 minggu agoHPSN 2026, Pilar Saga Sampaikan Pentingnya Pilah Sampah Sejak Sekolah untuk Bentuk Generasi Cerdas
-
Tangerang3 minggu agoPembangunan Tangerang Selatan 2027, Benyamin: Infrastruktur Diperkuat hingga Layanan Publik Berbasis Digital Dikebut
-
Tangerang2 minggu agoKomitmen Penuhi Kebutuhan Air Bersih Masyarakat, Pemkot Tangerang Selatan Dukung Pembangunan SPAM Kali Angke 2
-
Tangerang3 minggu agoGandeng HIMPSI dan IPSI, Pilar Saga Dorong Pendidikan Karakter dan Mental Anak Lewat Kolaborasi Lintas Sektor



