Connect with us

Kota Tangerang

Kerajinan Tangan Namu Made Kota Tangerang Tembus Pasar Internasional

Berawal dari kebingungan mencari kegiatan saat pandemi COVID-19, Puji Rahayu kini sukses merintis usaha kerajinan tangan makrame dan rajut rumahan Namu Made.

Mengangkat filosofi kata Namu (bahasa Korea yang berarti pohon/kayu), produk lokal asal Kota Tangerang ini sukses menembus pasar Singapura dan Malaysia.

Filosofi ini mencerminkan pemilik untuk menghasilkan produk buatan tangan yang kuat, alami, tumbuh serta memberikan estetika yang meneduhkan di setiap sudut ruangan.

Pemilik Namu Made Puji Rahayu, belajar kerajinan tangan secara otodidak. Hanya dalam dua bulan belajar, ia mulai memproduksi hiasan dinding yang kini berkembang menjadi produk fungsional bernilai ekonomi.

“Awalnya karena pandemi COVID-19, bingung mau ngapain lagi. Akhirnya terpikir untuk belajar secara otodidak sekitar dua bulan. Karena mulai bosan kalau cuma bikin hiasan dinding, saya coba inovasi bikin tempat tumbler yang sekarang lagi tren, ternyata pasarnya bagus,” ujar Puji.

Ia memproduksi beragam kerajinan, mulai dari aksesori kecil hingga dekorasi rumah besar. Berkat pengerjaan yang rapi, unik dan kokoh bak filosofi pohon, produk ini sukses memikat pelanggan Singapura dan Malaysia yang kini rutin memesan secara pre-order (PO).

Menurutnya, produk unggulannya seperti aksesori kecil mulai Rp5 ribu, magnet kulkas, bando, tatakan gelas Rp25 ribu, tempat tumbler tren mulai Rp25 ribu hingga Rp75 ribu, serta home decor (taplak meja dan gorden makrame berkisar Rp500 ribu.

Kerajinan tangan ini banyak diburu oleh pelanggan berusia 25 sampai 45 tahun untuk kebutuhan pribadi, hadiah ataupun peluang bisnis reseller.

Bagi warga Kota Tangerang dan sekitarnya yang mencari hadiah yang unik atau ingin belajar membuat kerajinan tangan sendiri, bisa langsung menghubungi 0812-8206-9694 atau instagram @namu_madhe22.

Advertisement

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Populer