Nasional
Diduga Korupsi Alsintan, Anak Buah Menteri Amran Digarap Kejaksaan
Kabartangerang.com.COM- Kejaksaan Agung tengah membongkar kasus dugaan korupsi Pengadaan Alat dan Mesin Pertanian (Alsintan) dalam pelaksanaan Program Kedaulatan Pangan Tahun Anggaran 2015 di Kementerian Pertanian.
Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejaksaan Agung, Mukri mengatakan, pada Selasa (8/10), penyidik Jaksa Muda Pidana Khusus memeriksa dua auditor di Kementerian Pertanian. Mereka adalah Sutresno dan Siti Noor Jannah.
Kedua anak buah Menteri Pertanian Amran Sulaiman ini, lanjut Mukri, diperiksa terkait dengan hasil audit pengadaan alat dan mesin pertanian dalam pelaksanaan program kedaulatan pangan Tahun Anggaran 2015 di Kementerian Pertanian.
Saat ditanya, apakah dua orang itu masih menjabat di Kementan, Mukri menjawab. “Keduanya masih aktif bekerja di Kementan,” kata Mukri, dalam keterangan tertulisnya, di Jakarta, Rabu (9/10).
Kasus dugaan tindak pidana korupsi ini, berawal dari kebijakan Direktorat Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian Kementerian Pertanian melalui Direktorat Alat dan Mesin Pertanian, pada 2015 melakukan kegiatan pengadaan alat mesin pertanian untuk peningkatan produksi padi, jagung dan kedelai. Alat itu berupa traktor roda dua, pompa air, traktor roda empat, rice tranplanter, seeding tray dan excavator.
Pengadaan itu bersumber dari Anggaran Pendapatan Belanja Negara Refocusing Tahun Anggaran 2015 dan APBNP Tahun Anggaran 2015 sebesar Rp 1,6 triliun.
Adapun mekanisme pengadaan alat dan mesin pertanian menggunakan system e-Purcasing dengan harga e-Katalog, yang ternyata dalam perencanaan, pengadaan, serta pelaksanaan penyaluran barang kepada penerima tidak sesuai dengan Pedoman Pelaksanaan Penyaluran Bantuan Alat dan Mesin Pertanian Tahun Anggaran 2015 sehingga, mengakibatkan kerugian keuangan negara.
Diketahui, penyidik Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus telah mengeluarkan lima surat perintah penyidikan (sprindik) penanganan dugaan penyimpangan pengadaan alat dan mesin pertanian (alsintan) tahun 2015. Kelima sprindik itu, di antaranya pengadaan traktor roda dua, traktor roda empat, rice transplanter, seeding tray, dan pompa air.
Sejumlah saksi telah dipanggil untuk menjalani pemeriksaan untuk membuat terang perkara tersebut. Kejagung juga akan berkoordinasi dengan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) untuk mengetahui potensi kerugian negara yang ditimbulkan akibat tindak pidana korupsi tersebut.[sgh]
-
Kabupaten Tangerang2 minggu agoBupati Tangerang Tutup Kompetisi Sepak Bola Antar-RT di Rancabuaya
-
Nasional2 minggu agoMuktamar NU ke-35, Hery Haryanto Azumi Serukan Adu Gagasan dan Kompetisi Sehat
-
Kabupaten Tangerang2 minggu agoBupati Tangerang Moch Maesyal Rasyid Lepas Peserta Fun Walk Semarak HUT RI di Panongan
-
Tangerang5 hari agoPemkot Tangerang Selatan Gelar Renungan Suci di TMP Seribu
-
Kabupaten Tangerang2 minggu agoHadiri Maulid Nabi di Jatake, Bupati Tangerang Maesyal Rasyid Ingatkan Pentingnya Tanamkan Keteladanan Rasulullah
-
Kota Tangerang2 minggu agoTangerang 10K 2026 Digelar 13 September
-
Tangerang2 minggu agoTangkal Hoaks di Era AI, Diskominfo Tangerang Selatan dan NU Perkuat Literasi Digital
-
Kabupaten Tangerang2 minggu agoWabup Intan Nurul Hikmah Dorong Mahasiswa Jadi Generasi Unggul



