Kota Tangerang
Banjir, Warga Ciledug Indah Keluhkan Minimnya MCK dan Air Bersih
Kabartangerang.com- Posko pengungsi korban banjir Perumahan Ciledug Indah 1 dan 2, di Masjid Al Irsyad kekurangan tempat mandi cuci kakus (MCK). Mirisnya lagi, MCK di posko tersebut hanya satu dan tidak bisa digunakan karena rusak.
“Di sini (Posko pengungsi) toiletnya cuma satu. Terus toiletnya juga enggak bisa dipakai, jadi kalau mau buang air besar harus cari tempat lain,” ujar warga Perumahan Ciledug Indah 1 yang jadi pengungsi banjir Toni Wibisono, Kamis, 2 Desember 2020.
Toni menambahkan, selain toilet keberadaan air bersih pun sangat diperlukan. Sebab, lanjutnya, air di posko pengungsian Masjid Al Irsyad juga terbatas, hanya bisa digunakan untuk wudhu saja.
“Air sih ada, cuma paling buat wudhu saja, karena disini cuma berharap mesin air yang ada di masjid saja. Kita bingung, kan disini banyak anak kecil juga, jadi buat buang hajat susah,” katanya.
Salah satu pengurus Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) Al Irsyad, Jayani menuturkan, kerusakan MCK sudah terjadi sejak tiga hari kemarin, sebelum masjid tersebut dipakai untuk posko pengungsian. Ia menambahkan, pihaknya sudah berusaha mencoba untuk menghubungi mobil tinja, namun mobil penyedot kotoran tersebut belum juga datang untuk membetulkan MCK yang rusak.
“Disini kamar mandinya satu, terus toilet juga lagi rusak. Kita sudah hubungin mobil tinja, tapi belum ada yang bisa datang,” kata Jayani.
Staff Kelurahan Pedurenan, Asani, selain kebutuhan MCK dan air bersih, ia menambahkan, para pengungsi masih membutuhkan bantuan berupa kebutuhan balita dan juga perlengkapan tidur. Lanjutnya, korban banjir yang mengungsi di Masjid Al Irsyad terdiri dari warga Perumahan Ciledug Indah 1 dan 2, warga Kampung Poncol, serta warga Kampung Plered Pedurenan.
“Di sini (posko pengungsian) masih membutuhkan selimut, handuk, air masak untuk susu bayi, minyak kayu putih, minyak telon,” jelas Asani.
Korban banjir yang mengungsi di Masjid Al Irsyad sebanyak 93 Kepala Keluarga terdiri dari 479 jiwa, dengan jumlah balita 49, dan pengungsi lanjut usia sebanyak 50 orang.(rik)
-
Nasional4 minggu agoMenteri Maman Abdurrahman: Toko Mama Khas Banjar Jadi Pelajaran Pentingnya Kolaborasi Kebijakan UMKM
-
Nasional4 minggu agoLamiPak Dorong Penggunaan Kemasan Aseptik untuk Perkuat Industri Minuman Nasional
-
Nasional4 minggu agoToko Mama Khas Banjar Jadi Model Penguatan UMKM Berbasis Kolaborasi
-
Jabodetabek4 minggu agoPT Nusantara Infrastructure Tbk Gelar “She Drives Change”: Cara Edukasi Berkendara Aman, Nyaman dan Ramah Lingkungan
-
Tangerang4 minggu agoWali Kota Benyamin Lepas 393 Jemaah Haji Kloter Pertama Asal Tangerang Selatan
-
Nasional4 minggu agoLamiPak Tawarkan Kemasan Aseptik sebagai Solusi Alternatif bagi Industri Minuman Nasional
-
Tangerang3 minggu agoPeringatan Hari OTDA ke-XXX Tahun 2026, Tangerang Selatan Raih Peringkat 3 Nasional Kota Berkinerja Tinggi dari Kemendagri
-
Tangerang3 minggu agoDiskominfo-BPS Tangerang Selatan Dorong Data Akurat Melalui Program Kelurahan Cinta Statistik



