Tangerang
Dinas Pendidikan Tangsel Sebut Pembelajaran Tatap Muka Terbatas Berjalan Tanpa Kendala
Pembelajaran Tatap Muka Terbatas (PTMT) di Tangsel yang sempat terhenti, karena penyebaran kasus covid-19 meningkat dan dialihkan ke Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ).
Kini, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Tangsel kembali melaksanakan PTMT mulai tingkat PAUD, SD dan SMP.
Dikatakan, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Tangsel, Deden Deni jika pelaksanaan PTMT masih berjalan normal.
“Berjalan tanpa kendala. Sementara berjalan normal seperti biasa,” kata Deden dalam keterangannya, Senin (14/3).
Pelaksanaan PTMT yang masih dibatasi 50 persen dari kapasitas sekolah, juga akan tetap dilakukan evaluasi secara berkala.
“Evaluasi PTM belum, baru (hari ini) akan kita evaluasi,” imbuhnya.
Sementara itu, Wakil Walikota Tangsel, Pilar Saga Ichsan, berharap, PTMT di Tangsel, bisa berjalan 100 persen.
Meski begitu, syarat yang harus terpenuhi jika PTMT berjalan 100 persen yakni menjadikan Tangsel ke PPKM Level 1.
“Kita jalani dulu, mudah-mudahan nanti level 2 selesai. Kalau level 1 ya bisa 100 persen kita mengacu aturan dari Inmendagri dan satgas,” ucap Pilar. (PHD/WT)
-
Tangerang1 minggu agoPemkot Tangerang Selatan Gelar Renungan Suci di TMP Seribu
-
Tangerang1 minggu agoPenurunan Bendera Merah Putih HUT ke-81 RI di Tangerang Selatan, Pilar Saga: Generasi Muda Harapan Bangsa
-
Tangerang1 minggu agoTasyakuran HUT ke-81 RI, Benyamin Ajak Masyarakat Tangerang Selatan Perkuat Kebersamaan
-
Tangerang1 minggu agoParade Tank Meriahkan HUT ke-81 RI di Tangerang Selatan, Ribuan Warga Antusias Menyaksikan
-
Tangerang2 minggu agoKemarau Panjang, Pilar Saga: Pemkot Tangerang Selatan Salurkan 339.200 Liter Air Bersih untuk Warga Terdampak Kekeringan
-
Tangerang1 minggu agoTingkatkan Kompetensi Digital, Warga Tangerang Selatan Belajar Content Creator dan Coding di Masjid
-
Tangerang1 minggu agoBenyamin Ajak Warga Tangerang Selatan Urus Tanah Warisan, Ada Diskon BPHTB 81 Persen
-
Tangerang2 minggu agoDiskominfo Tangerang Selatan Perluas Literasi Digital: Sasar Santri, Pemuda hingga Masyarakat Kewilayahan



