Nasional
Menag Yaqut Akui Ada Jamaah Umrah Terpapar Covid-19 Meski Terapkan Prokes yang Ketat
Kabartangerang.com.COM – Penyelenggaraan haji 2021 belum bisa dipastikan, apakah diselenggarakan atau kembali ditiadakan seperti 2020 lalu.
Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas atau Gus Yaqut mengatakan, kepastian penyelenggaraan haji tahun 2021 bergantung pada pemerintah Arab Saudi.
“Kepastian tentang ada atau tidaknya penyelenggara ibadah haji 2021 sepenuhnya menjadi kewenangan pemerintah Arab Saudi,” kata Yaqut dalam rapat Komisi VIII DPR, Senin (18/1/2021).
Gus Yaqut juga mengungkapkan, selama pandemi COVID-19 telah ada 1.090 jamaah Indonesia yang melakukan ibadah umrah ke tanah suci, Arab Saudi. Jamaah dalam perjanan suci tersebut tetap menerapkan protokol kesehatan yang ketat.
“Pada masa pendemi ini jamaah umrah yang berangkat sampai dengan 11 Januari adalah 1.090 jamaah, yang diberangkatkan 112 Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU),” katanya.
Ia mengatakan protokol ketat diberlakukan bagi jamaah umrah Indonesia ditandai dengan banyaknya kriteria seseorang dapat berumrah.
Beberapa syarat itu seperti melakukan tes usap PCR berulang kali dan karantina sebelum serta sesudah umrah.
Adapun peraturan ketat itu, kata dia, tertuang di dalam Keputusan Menteri Agama Republik Indonesia Nomor 719 Tahun 2020 tentang Pedoman Penyelenggaraan Perjalanan Ibadah Umrah pada Masa Pandemi.
Kendati begitu, lanjut dia, tetap ada jamaah yang tertular virus SARS-CoV-2.
“PCR swab test dilakukan kepada setiap jamaah baik sebelum berangkat dan saat tiba di Saudi dengan hasil 58 jamaah positif COVID-19 saat sebelum berangkat dan 46 jamaah positif saat di Saudi,” katanya.
Menag Yaqut mengatakan untuk jamaah yang positif COVID-19 sebelum berangkat maka diisolasi mandiri dan berangkat saat sudah negatif SARS-CoV-2.
Bagi jamaah yang positif ketika di Saudi maka diisolasi di hotel tempat menginap. Seluruh jamaah yang terinfeksi itu sudah sembuh dan telah dipulangkan ke Tanah Air.
Menurut dia, terdapat celah penularan COVID-19 saat umrah dan sebaiknya diperbaiki.
“Verifikasi dokumen hasil PCR/SWAB jamaah masih dilakukan secara manual atau belum menggunakan QR code/bar code sehingga validitas hasil masih belum terjamin 100 persen,” kata dia. [rif]
-
Tangerang2 bulan agoBenyamin Ajak Warga Tangerang Selatan Urus Tanah Warisan, Ada Diskon BPHTB 81 Persen
-
Kota Tangerang2 bulan agoBeri Wejangan Wisudawan Universitas Yuppentek Indonesia, Sachrudin: Terus Belajar, Adaptif & Ciptakan Peluang
-
Kabupaten Tangerang2 bulan agoBupati Tangerang Maesyal Rasyid: Semangat Kemerdekaan Harus Dihidupkan dari Lingkungan Masyarakat
-
Kabupaten Tangerang2 bulan agoWabup Intan Nurul Hikmah Ajak Warga Isi Kemerdekaan Dengan Karya, Kebersamaan dan Gotong Royong
-
Kota Tangerang2 bulan agoUMKM Award Kota Tangerang 2026, Maryono: Pacu Produk Lokal Menuju Global
-
Tangerang2 bulan agoMelalui Tangerang Selatan Mengaji, Pilar Saga Dorong Peran Guru Ngaji Diperkuat untuk Bentuk Karakter Generasi Muda di Era Digital
-
Kota Tangerang2 bulan agoTuridi Susanto Ajak Masyarakat Hidup Sehat Bersama ISDMI
-
Tangerang2 bulan agoTingkatkan Kompetensi Digital, Warga Tangerang Selatan Belajar Content Creator dan Coding di Masjid



