Nasional
Ini 5 Harapan Jokowi dari Sektor Pariwisata, Sebagai Motor Peningkatan Devisa
Kabartangerang.com.COM – Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengingatkan, bahwa semua harus bergerak cepat dalam pengembangan destinasi prioritas pariwisata.
“Karena sudah kejar-kejaran dengan negara lain, dan sektor pariwisata harus menjadi motor bagi peningkatan devisa, menciptakan multplier effect yang mendorong pertumbuhan ekonomi kita,” kata Jokowi saat memberikan pengantar dalam Rapat Terbatas (Ratas) tentang Pengembangan Destinisi Pariwisata Prioritas, di Kantor Presiden, Jakarta, Kamis (21/11/2019) siang.
Mengutip yang disampaikan dalam ratas-ratas sebelumnya, Jokowi menegaskan 5 hal yang harus dibenahi dalam percepatan pengembangan destinasi. Yang pertama, pengaturan tata ruang masih perlu ditata lagi untuk kawasan pariwisata prioritas.
Kedua, akses atau konektivitas. Jokowi memberikan contoh misalnya lebih Labuan Bajo yang nanti akan dikerjakan oleh Kementerian PUPR dan Kementerian perhubungan yang diharapkan nanti selesai semuanya berhubungan memperpanjang run away mengembangkan memperbaiki terminalnya, membangun jalan akses menuju ke tempat-tempat wisatanya.
-
Tangerang1 minggu agoPemkot Tangerang Selatan Gelar Renungan Suci di TMP Seribu
-
Tangerang1 minggu agoTasyakuran HUT ke-81 RI, Benyamin Ajak Masyarakat Tangerang Selatan Perkuat Kebersamaan
-
Tangerang1 minggu agoPenurunan Bendera Merah Putih HUT ke-81 RI di Tangerang Selatan, Pilar Saga: Generasi Muda Harapan Bangsa
-
Tangerang2 minggu agoKemarau Panjang, Pilar Saga: Pemkot Tangerang Selatan Salurkan 339.200 Liter Air Bersih untuk Warga Terdampak Kekeringan
-
Tangerang1 minggu agoParade Tank Meriahkan HUT ke-81 RI di Tangerang Selatan, Ribuan Warga Antusias Menyaksikan
-
Tangerang1 minggu agoBenyamin Ajak Warga Tangerang Selatan Urus Tanah Warisan, Ada Diskon BPHTB 81 Persen
-
Tangerang1 minggu agoHUT ke-81 RI, Benyamin: Kedaulatan Dimulai dari Optimalisasi Potensi Tangerang Selatan
-
Tangerang2 minggu agoDiskominfo Tangerang Selatan Perluas Literasi Digital: Sasar Santri, Pemuda hingga Masyarakat Kewilayahan



