Entertainment
Nikita Mirzani: Masa Itu Cream dari Ecek-ecek Sampai 3 Tahun Gue Dikontrak
Kabartangerang.com, JAKARTA – Nikita Mirzani kembali menyita perhatian warganet. Kali ini, Niki tengah bermasalah dengan pemilik produk kecantikan yang pernah dia promosikan lewan akun Instagram miliknya.
Keduanya terlihat saling berbalas tulisan lewat akun Instagram masing-masing.
Nikita bahkan disebut tidak memiliki sikap baik hingga akhirnya diputuskan tak lagi menjadi brand ambassador produk tersebut.
“Say logikanya kalau attitude gue enggak bagus, masa itu cream dari ecek-ecek sampai tiga tahun gue dikontrak mulu enggak mau dilepas. Masih ada ada itu WhatsAppnya. Jangan suka mengarang cerita,” jelas Nikita.
Ibu tiga anak ini juga meminta owner tersebut untuk mengurus produknya yang disebutnya mengandung bahan berbahaya.
“Walau ada BPOM, BPOM banyak banget macam-macamnya, yang punya elo abal-abal,” sebutnya.
Tak ingin disebut asal bicara, mantan istri Dipo Latief ini berencana akan membawa produk tersebut ke laboratorium untuk diketahui kandungan-kandungan di dalamnya.
“Pakai bukti sama fakta yang akurat. Cream loh akan dibawa ke laboratorium,” tandas Nikita. (jpnn/fajar)
-
Tangerang1 minggu agoPemkot Tangerang Selatan Gelar Renungan Suci di TMP Seribu
-
Tangerang1 minggu agoTasyakuran HUT ke-81 RI, Benyamin Ajak Masyarakat Tangerang Selatan Perkuat Kebersamaan
-
Tangerang1 minggu agoPenurunan Bendera Merah Putih HUT ke-81 RI di Tangerang Selatan, Pilar Saga: Generasi Muda Harapan Bangsa
-
Tangerang2 minggu agoKemarau Panjang, Pilar Saga: Pemkot Tangerang Selatan Salurkan 339.200 Liter Air Bersih untuk Warga Terdampak Kekeringan
-
Tangerang1 minggu agoParade Tank Meriahkan HUT ke-81 RI di Tangerang Selatan, Ribuan Warga Antusias Menyaksikan
-
Tangerang1 minggu agoBenyamin Ajak Warga Tangerang Selatan Urus Tanah Warisan, Ada Diskon BPHTB 81 Persen
-
Tangerang1 minggu agoHUT ke-81 RI, Benyamin: Kedaulatan Dimulai dari Optimalisasi Potensi Tangerang Selatan
-
Tangerang2 minggu agoDiskominfo Tangerang Selatan Perluas Literasi Digital: Sasar Santri, Pemuda hingga Masyarakat Kewilayahan



