Kota Tangerang
Aplikasi CISADANE, Inovasi Pendidikan Inklusif Kota Tangerang
Pemerintah Kota Tangerang melalui Dinas Pendidikan (Dindik) terus mewujudkan pendidikan yang ramah dan setara bagi seluruh anak, termasuk siswa penyandang disabilitas. Salah satunya melalui inovasi digital bertajuk CISADANE atau Central Informasi Sistem Administrasi Data Edukasi Inklusif.
Aplikasi CISADANE hadir sebagai sistem terintegrasi yang mendukung pengelolaan data, layanan, hingga pendampingan pendidikan inklusif di Kota Tangerang.
“Melalui aplikasi ini, sekolah, dinas, Unit Layanan Disabilitas Pendidikan, guru, tenaga ahli, hingga orang tua dapat terhubung dalam satu platform layanan pendidikan inklusif,” papar Kepala Dindik Kota Tangerang Wahyudi Iskandar, Selasa (26/5/26).
Ia mengatakan, aplikasi CISADANE hadir untuk mendukung pendidikan inklusif yang lebih terintegrasi. Mulai dari pendataan murid penyandang disabilitas, layanan pendampingan, hingga komunikasi antara sekolah dan orang tua.
“Aplikasi ini memuat data profil murid penyandang disabilitas jenjang PAUD, SD, hingga SMP secara sistematis dan akurat. Mulai dari identitas murid, jenis kebutuhan khusus, hasil asesmen, riwayat pendidikan, hingga kebutuhan layanan pembelajaran di sekolah,” paparnya.
Selain itu, CISADANE juga dilengkapi data Guru Pendidikan Khusus (GPK) yang bertugas melakukan pendampingan pada sekolah penyelenggara pendidikan inklusif. Dengan sistem tersebut, proses monitoring, koordinasi dan distribusi layanan dapat dilakukan lebih efektif dan tepat sasaran.
“Tidak hanya sekolah, orang tua juga bisa memantau perkembangan anak melalui fitur laporan perkembangan murid. Jadi, kolaborasi antara sekolah dan keluarga dapat berjalan lebih baik dalam mendukung tumbuh kembang anak,” jelas Wahyudi.
Lebih lanjut, CISADANE juga terintegrasi dengan layanan Unit Layanan Disabilitas Pendidikan yang menyediakan layanan konseling online maupun offline, asesmen psikologis dan klinis, hingga konsultasi pendidikan bagi sekolah dan orang tua.
“Diharapkan, lewat CISADANE, layanan pendidikan inklusif dapat semakin mudah diakses masyarakat, sekaligus menciptakan ekosistem pendidikan yang lebih ramah, kolaboratif dan berpusat pada kebutuhan murid,” tutupnya.
-
Tangerang1 minggu agoPemkot Tangerang Selatan Gelar Renungan Suci di TMP Seribu
-
Tangerang1 minggu agoTasyakuran HUT ke-81 RI, Benyamin Ajak Masyarakat Tangerang Selatan Perkuat Kebersamaan
-
Tangerang1 minggu agoPenurunan Bendera Merah Putih HUT ke-81 RI di Tangerang Selatan, Pilar Saga: Generasi Muda Harapan Bangsa
-
Tangerang2 minggu agoKemarau Panjang, Pilar Saga: Pemkot Tangerang Selatan Salurkan 339.200 Liter Air Bersih untuk Warga Terdampak Kekeringan
-
Tangerang1 minggu agoParade Tank Meriahkan HUT ke-81 RI di Tangerang Selatan, Ribuan Warga Antusias Menyaksikan
-
Tangerang1 minggu agoTingkatkan Kompetensi Digital, Warga Tangerang Selatan Belajar Content Creator dan Coding di Masjid
-
Tangerang2 minggu ago
Pemkot Tangerang Selatan Tertibkan Kabel Fiber Optik Ilegal, Pilar Saga: Jangan Lagi Pasang Diam-diam
-
Tangerang7 hari agoMelalui Tangerang Selatan Mengaji, Pilar Saga Dorong Peran Guru Ngaji Diperkuat untuk Bentuk Karakter Generasi Muda di Era Digital



