Nasional
2 Tahun Pemerintahan Jokowi-Ma’ruf Amin, PKS Beri Nilai D
Kabartangerang.com.COM – Partai Keadilan Sejahtera (PKS) memberi nilai D atas 2 tahun kepemimpinan Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Wakil Presiden Ma’ruf Amin.
“[Nilai] 5 kalau saya. Merah, D,” kata Ketua DPP PKS, Mardani Ali Sera kepada wartawan, Jumat (22/10/2021).
Mardani memberi nilai D karena selama 2 tahun pemerintahan Jokowi-Ma’ruf terjadi sejumlah masalah, mulai dari penurunan indeks demokrasi, pemberantasan korupsi, penanganan pandemi, pendidikan, ekonomi, hingga oligarki.
Soal penurunan indeks demokrasi, Mardani mengutip The Economist Intelligence Unit (EIU) yang mencatat indeks demokrasi Indonesia mengalami penurunan dari semula di angka 6,4, kini menjadi 6,3. Menurut dia, penurunan itu sejurus dengan kebebasan publik yang kian bermasalah.
Di sisi lain, Mardani juga menyoroti partai koalisi pemerintah yang terus menggemuk, di samping oposisi yang semakin kurus. Kondisi itu menurut dia menyebabkan check and balance terhadap pemerintah semakin nisbi.
Makanya, Mardani mengaku tak heran, sejumlah RUU yang menuai kecaman dan penolakan dari publik tetap lolos. Beberapa seperti UU Omnibus Law, Perppu Corona, hingga perpajakan.
“Beberapa negara di masa pandemi mengalami konsolidasi kekuasaan. Karena dengan dalih kedaruratan mereka mau kekuasaan lebih dikonsentrasikan,” jelasnya.
Selain penurunan indeks demokrasi, PKS disampaikan Mardani, turut menyoroti kualitas pendidikan yang dinilai hanya berkutat pada model belajar daring. Sedangkan, Kemendikbudristek tak melakukan perubahan paradigma baru belajar siswa di tengah pandemi.
Di bidang ekonomi, ia menyoroti multi tarif pengenaan pajak PPh naik 11 persen dari semula 10 persen. Kebijakan itu menurut dia justru berdampak buruk pada masyarakat kecil, dan tidak demikian pada kelompok masyarakat kelas atas yang kerap lolos dari pajak.
Terakhir, PKS juga menyoroti kualitas pemberantasan korupsi yang kian melemah. Menurut Mardani, pemerintah seolah telah menyiapkan peti mati buat lembaga pemberantasan korupsi, KPK. Ia menilai pemecatan 57 pegawai lewat tes wawasan kebangsaan adalah hari kelam bagi KPK.
Padahal, menurut Mardani, lembaga itu sebelumnya telah menjadi rujukan model pemberantasan korupsi negara lain seperti Vietnam hingga Brazil.
“Vietnam itu full belajar dari KPK untuk membangun KPK Vietnam. Termasuk UU KPK-nya. UU 30/2002 dicopy langsung dengan disupervisi KPK kita. Sekarang hancur lebur,” kata Mardani.
“Sebetulnya kita sedih dari 2002, sudah bagus di 2012, terus 2020 memuncak, tapi sekarang kayak disiapkan peti mati,” pungkasnya.[fed]
-
Tangerang1 minggu agoPemkot Tangerang Selatan Gelar Renungan Suci di TMP Seribu
-
Tangerang1 minggu agoPenurunan Bendera Merah Putih HUT ke-81 RI di Tangerang Selatan, Pilar Saga: Generasi Muda Harapan Bangsa
-
Tangerang1 minggu agoTasyakuran HUT ke-81 RI, Benyamin Ajak Masyarakat Tangerang Selatan Perkuat Kebersamaan
-
Tangerang1 minggu agoParade Tank Meriahkan HUT ke-81 RI di Tangerang Selatan, Ribuan Warga Antusias Menyaksikan
-
Tangerang2 minggu agoKemarau Panjang, Pilar Saga: Pemkot Tangerang Selatan Salurkan 339.200 Liter Air Bersih untuk Warga Terdampak Kekeringan
-
Tangerang1 minggu agoTingkatkan Kompetensi Digital, Warga Tangerang Selatan Belajar Content Creator dan Coding di Masjid
-
Tangerang1 minggu agoBenyamin Ajak Warga Tangerang Selatan Urus Tanah Warisan, Ada Diskon BPHTB 81 Persen
-
Tangerang2 minggu agoDiskominfo Tangerang Selatan Perluas Literasi Digital: Sasar Santri, Pemuda hingga Masyarakat Kewilayahan



