Kota Tangerang
Skrining Dini Kasus TBC, Dinkes Kota Tangerang Bersama RSUD Hadirkan Layanan Rontgen Thorax
Usai melatih seribu kader penanggulangan tuberculosis (TBC). Kini, Dinas Kesehatan (Dinkes) berkolaborasi dengan RSUD Kota Tangerang menghadirkan layanan rontgen thorax untuk melakukan deteksi dini TBC pada penyandang Diabetes Melitus.
Kolaborasi ini akan berlangsung hingga 27 Desember mendatang, diikuti para penyandang diabetes di 38 Puskesmas yang tersebar di 13 Kecamatan se-Kota Tangerang. Diketahui, penyandang diabetes berpotensi tinggi juga mengidap penyakit TBC, hal inilah yang ditanggulangi sedini mungkin oleh Pemkot Tangerang.
Direktur RSUD, dr O.U Taty Damayanty mengungkapkan misi jangka panjangnya, melalui program ini ialah 2030 Kota Tangerang bebas kasus TBC. Dengan itu, sederet program, terobosan dan kolaborasi dikucurkan untuk menanggulangi kasus TBC di Kota Tangerang dengan semaksimal mungkin.
“Diketahui, Puskesmas tidak memiliki fasilitas rontgen thorax, dengan itu Puskesmas mengumpulkan penyandang diabetes dan diantar ke RSUD dengan mobil Jawara secara bersama-sama. Layanan ini juga sebagai penghibur dan mempermudah para pasien. Karena biasanya, mereka dari puskesmas datang sendiri ke RSUD,” ungkap dr O.U Taty, Kamis (18/11).
Ia pun menjelaskan, hingga saat ini sudah enam puskesmas dengan 176 pasien yang melakukan rontgen thorax di RSUD Kota Tangerang. “Hasil Radiologi yang mengarah ke TBC akan ditatalaksana sesuai standar oleh Puskesmas bersama para kader TBC terkait penanganan, perawatan hingga fasilitas obat-obatan yang sudah terkoordinir dan tersedia di Puskesmas masing-masing,” paparnya.
Kepala Puskesmas Poris Gaga Lama, drg Apriliana Mardianti mengungkapkan kali ini ada 30 pasien diabetes yang dibawa ke RSUD Kota Tangerang. Para pasien yang dibawa merupakan hasil skrining lapangan dan pasien yang memang sudah terdata diabetes lama oleh Puskesmas.
“Selanjutnya, Puskesmas dan kader Asmara lah yang akan mendampingi pasien dalam proses pemulihan. Hingga akhirnya, wilayah Poris Gaga Lama bebas dari kasus TBC,” jelas drg Apriliana.
Sementara itu, para pasien mengaku cukup senang dengan program yang dihadirkan Dinkes dan RSUD. Pasalnya, selain kemudahan dan pelayanan yang diberikan, para pasien mengaku bisa mendeteksi kesehatan dirinya dengan gratis.
“Senang pastinya, karena ke RSUD nya bareng-bareng, naik bus Jawara. Petugasnya ramah-ramah, layanannya cepat. Pastinya, kami berharap lewat program ini kita bisa mengetahui kondisi kesehatan kita. Jika terburuk mengidap TBC bisa secepatnya ditangani oleh para ahlinya dan bisa cepat sehat,” katanya. (ADV)
-
Tangerang4 minggu ago61 Aparatur Naik Kelas, Dinas SDABMBK Tangerang Selatan Bekali Kompetensi K3 Perkuat Budaya Keselamatan
-
Tangerang4 minggu agoWali Kota Benyamin Ajak Warga Tangerang Selatan Bijak Bermedsos
-
Nasional4 minggu agoKH Said Aqil Siroj Restui Gus Hery Maju di Muktamar NU ke-35
-
Tangerang4 minggu agoPemkot Tangerang Selatan Alokasikan Bantuan Pendidikan Rp1,8 Juta per Siswa untuk 94 SMP Swasta pada Tahun Ajaran 2026/2027
-
Kabupaten Tangerang1 minggu agoIntan Nurul Hikmah Hadiri Festival Berbagi Bahagia Bersama 200 Anak Yatim di Kecamatan Curug
-
Tangerang3 minggu agoPemkot Tangerang Selatan Terima Reses DPRD Provinsi Banten, Bahas SPMB, Usulan Penambahan SMA Negeri hingga Pengendalian Banjir
-
Tangerang3 minggu agoBenyamin Lepas Kontingen Sepak Bola Putri Tangerang Selatan ke Turnamen Internasional di Swedia
-
Kabupaten Tangerang1 minggu agoKicau Mania Kapolres Cup 2026 Perkuat Sinergi Polri dan Masyarakat



