Kota Tangerang
Gedung Baru Perpustakaan Kota Tangerang: Pusat Literasi, Kreativitas dan Inovasi
Terletak strategis di jantung kota, tepatnya samping Alun-Alun Kota Tangerang, gedung ini hadir sebagai simbol komitmen Pemerintah Kota Tangerang dalam meningkatkan budaya baca dan memperluas akses informasi untuk semua kalangan.
Gedung baru yang megah dan futuristik ini tidak hanya menawarkan koleksi buku yang lengkap, tetapi juga berbagai fasilitas penunjang seperti ruang baca yang nyaman, ruang anak, ruang diskusi, area komputer, serta ruang pameran yang dapat dimanfaatkan komunitas.
Dengan desain interior yang estetis dan ramah pengunjung, perpustakaan ini menjadi destinasi edukatif yang juga menyenangkan. Buka setiap hari, dengan jam operasional Senin-Jumat pukul 08.00 WIB-15.30 WIB. Sedangkan Sabtu-Minggu pukul 08.00 WIB-12.00 WIB.
Kepala Bidang Perpustakaan DPAD Kota Tangerang Ani Sri Wahyuni mengatakan, gedung Perpustakaan Daerah Kota Tangerang yang baru ini memiliki empat lantai dengan berbagai fasilitas yang berbeda-beda.
“Lantai satu Tangerang City Galery dan UMKM Corner, pengunjung dapat melihat sejarah Kota Tangerang dalam sebuah konsep pameran dan berbelanja prooduk lokal atau UMKM di lantai satu juga,” jelas Ani.
Lantai dua, tersedia layanan anak dan ruang baca umum dengan zona yang terpisah antara ramah anak serta ruang baca. Layanan anak tersedia ratusan buku anak-anak.
“Ruang anak juga disediakan fasilitas menstimulasi tumbuh kembang anak melalui aktivitas bermain edukatif. Serta mendukung untuk menggelar kegiatan mendongeng atau storytelling,” katanya.
“Sedangkan ruang baca lantai dua mencakup ratusan buku terkait ilmu murni sains seperti matematika, fisika, kimia, biologi. Teknologi dan ilmu terapan kedokteran, teknik, pertanian, bisnis. Seni dan rekreasi musik, lukisan, desain, fotografi, olahraga. Sastra puisi, drama, prosa dari berbagai bangsa hingga koleksi braille,” tambahnya.
Sedangkan lantai tiga, tersedia ruang baca, layanan TIK, podcast hingga ruang mini teater. Koleksi buku juga tersaji ratusan mencakup karya umum dan teknologi informasi ensiklopedia, komputer. Filsafat dan psikologi, agama, ilmu sosial sosiologi, politik, ekonomi, pendidikan dan bahasa.
“Ruang teater difungsikan sebagai tempat pemutaran film-film edukatif, dokumenter sejarah dan budaya Kota Tangerang, sekaligus ruang diskusi dan apresiasi karya audio visual,” katanya.
Lanjutnya, lantai empat tersedia ruang Transformasi Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial, yang digunakan untuk kegiatan pelatihan, workshop, dan pembelajaran berbasis komunitas seperti pelatihan keterampilan, kewirausahaan, teknologi digital dan literasi keuangan.
“Lantai empat juga tersedia ruang layanan enkapsulasi gratis yang selama ini menjadi layanan pengamanan arsip penting keluarga dari DPAD Kota Tangerang untuk seluruh warganya,” tuturnya.
Gedung baru Perpustakaan Daerah Kota Tangerang diharapkan menjadi pusat literasi modern yang menyatukan pendidikan, budaya, dan teknologi dalam satu atap. Bagi pecinta buku, pelajar, orang tua, maupun komunitas kreatif, ini adalah surga baru yang tidak hanya menyediakan ilmu, tetapi juga ruang untuk tumbuh bersama.
-
Tangerang4 minggu agoApel dan Halalbihalal, Benyamin Tekankan Kebersihan Lingkungan hingga Efisiensi Anggaran di Tangerang Selatan
-
Tangerang3 minggu agoLibatkan 134 Organisasi Kepemudaan di Pra Musrenbang, Pemkot Tangerang Selatan Dorong Pemuda Jadi Motor Pembangunan
-
Tangerang3 minggu agoPemkot Tangerang Selatan Ajak Warga Sukseskan ORI Campak Serentak, Sasar 109 Ribu Anak
-
Tangerang3 minggu agoPra-Musrenbang Tematik, Tangerang Selatan Matangkan Strategi Penurunan Stunting
-
Kota Tangerang4 minggu agoAntisipasi Banjir, Pemkot Tangerang Normalisasi Saluran Air di Komplek Swadaya
-
Tangerang2 minggu agoEvaluasi BLUD Kesehatan Tangerang Selatan, Pilar Saga Targetkan Faskes Daerah Setara RS Swasta Profesional
-
Kota Tangerang4 minggu agoAngkat Tumpukan Sampah Penyebab Banjir, Pemkot Tangerang Normalisasi Kali Ledug Periuk
-
Tangerang2 minggu agoGandeng HIMPSI dan IPSI, Pilar Saga Dorong Pendidikan Karakter dan Mental Anak Lewat Kolaborasi Lintas Sektor



