Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Tangerang bekerjasama dengan Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas I Tangerang di Kecamatan Jambe melakukan Pemeriksaan Skrining (Deteksi Dini) HIV kepada Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP).
Sedikitnya 970 WBP mengikuti tes skrining tersebut dalam rangka memperingati Hari AIDS Sedunia yang biasa diperingati setiap tanggal 1 Desember.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) pada Dinkes Kabupaten Tangerang, dr Sumihar Sihaloho, kemarin, mengatakan WBP ini merupakan salah-satu kelompok resiko tinggi HIV, di samping kelompok resiko lainnya.
Sebut saja seperti ibu hamil, pasien TB, pasien infeksi menular seksual (IMS), lelaki seks dengan lelaki (LSL), wanita pekerja seks (WPS), waria/transgender, dan injection drug users (IDU).
“Deteksi dini dimaksudkan jika ada yang ditemukan terinfeksi dapat diketahui sedini mungkin, lalu dapat langsung diberikan terapi agar tidak menjadi AIDS,” ujarnya.
Dokter Mingky, sapaan akrab dr Sumihar Sihaloho, menambahkan dari hasil pemeriksaan tersebut ada yang hasilnya meragukan. “Maka kami masih observasi dan rencanakan akan pemeriksaan ulang. Jika nanti jelas reaktif, maka kami lanjutkan pemeriksaan tahap selanjutnya,” tambahnya.
Pada kegiatan ini, para petugas kesehatan yang melakukan pemeriksaan, juga melakukan edukasi dan konseling kepada WBP terkait bahaya HIV dan penyakit AIDS.
Sementara, Seksi Pelayanan Tahanan, Gilang Riflianto, mengutarakan kegiatan yang berlangsung di Lapangan Rutan Kelas I Tangerang ini wajib diikuti seluruh WBP guna mengetahui sejak dini potensi penyebaran HIV/AIDS.
“Kami mengucapkan terima-kasih banyak atas kerjasama Tim Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang,” katanya. Semoga ke depannya tetap bisa melakukan kegiatan serupa dalam rangka memeriksa dan mendeteksi penyakit menular seperti HIV.”
Gilang mengatakan kegiatan screening ini rutin dilaksanakan karena HIV merupakan penyakit yang bisa menular. Gilang mengimbau kepada WBP agar bisa menjaga, memperhatikan, serta peduli akan kesehatan.