Kabupaten Tangerang
Dinas Perikanan Kabupaten Tangerang Edukasi Kader PKK terkait Penanganan Stunting
Dinas Perikanan Kabupaten Tangerang menggelar sosialisasi pencegahan dan pengendalian kasus stunting di Istana Nelayan Hotel, Kamis (16/5/2024). Kegiatan ini menyasar ibu-ibu dan kader PKK di 13 desa, Kecamatan Teluknaga.
Kepala Bidang Pengolahan dan Pemasaran Hasil Perikanan, Dinas Perikanan, Rini Dwi Ari Hayati mengatakan, saat ini Kabupaten Tangerang masih dihadapkan dengan masalah gizi buruk. Salah satunya adalah stunting pada anak.
Menurut dia, terjadi kondisi gagal tumbuh pada anak balita akibat kekurangan gizi kronis, yang menyebabkan anak lebih pendek dibanding anak-anak lain seusianya.
“Kegiatan hari ini adalah kegiatan sosialisasi pencegahan dan penanganan stunting, khususnya untuk wilayah Kecamatan Teluk naga dengan peserta dari ibu-ibu PKK di 13 desa,” ungkap dia.
Berdasarkan data Kementerian Kesehatan, terdapat 30,8 persen balita di Indonesia memiliki tinggi badan tidak sesuai dengan usianya atau biasa disebut stunting. Kekurangan gizi kronis tidak hanya berdampak pada pertumbuhan fisik, tapi juga meningkatkan risiko gangguan penyakit tidak menular dan dapat menghambat pertumbuhan otak serta motorik anak.
Untuk mencegah stunting pada anak, pemenuhan gizi di awal 1.000 hari pertama kehidupan yang dimulai sejak kehamilan, masa bayi, hingga anak berusia dua tahun harus dilakukan. Apabila pada periode ini bayi tidak mendapat asupan gizi yang cukup, dampaknya akan bersifat permanen pada kelangsungan hidup dan tumbuh kembang anak.
Salah satu solusinya adalah mengonsumsi ikan. Ikan mengandung banyak nutrisi penting bagi tubuh, termasuk vitamin A, D, B12, kalsium, zinc, protein, hingga omega-3.
Kandungan gizi pada ikan juga berperan penting bagi ibu hamil, perkembangan otak anak-anak di bawah usia dua tahun (baduta), usia remaja, serta lanjut usia.
“Tingkatkan konsumsi ikan karena nilai gizi dari ikan ini sangat tinggi, terutama proteinnya karena baik untuk anak-anak usia dini dan masyarakat sekitar,” ujar dia.
Dengan meningkatkan angka konsumsi ikan, diharapkan jumlah penderita stunting di Kabupaten Tangerang akan berkurang. Kegiatan ini membutuhkan kerjasama lintas sektor, termasuk perguruan tinggi. Peran serta perguruan tinggi dalam mengkampanyekan Gemarikan sangat penting untuk mempromosikan makan ikan sebagai bagian dari budaya bangsa.
“Harapan kedepannya adalah nanti program-program dari dinas perikanan bisa tersampaikan ke masyarakat, khususnya program gerakan memasyarakatkan makan ikan untuk peningkatan gizi dan pencegahan kerawanan pangan di Kabupaten Tangerang,” tutupnya.
-
Tangerang2 minggu agoPemkot Tangerang Selatan Tuntaskan Bedah 329 Rumah Tidak Layak Huni di Tahun 2026
-
Tangerang2 minggu agoPT IKPP Tangerang Dorong KWT di Tangsel Ubah Sampah Organik Menjadi Eco Enzyme
-
Tangerang2 minggu agoCKG Tangerang Selatan Capai 48 Persen, Benyamin Dorong Warga Manfaatkan Layanan Kesehatan Gratis
-
Tangerang2 minggu agoJaga Kesehatan Mental, Walikota Benyamin Ingatkan Remaja Tangerang Selatan Bijak Gunakan Teknologi
-
Tangerang2 minggu agoSyarat Mendapat Bantuan Bedah Rumah di Tangerang Selatan Sesuai Perwal 110/2022
-
Kota Tangerang1 minggu agoPemkot Tangerang Gelar Turnamen Futsal Piala Walikota & Kadispora 2026
-
Kabupaten Tangerang1 minggu agoBupati Maesyal Rasyid Bekali 1.075 Penerima Beasiswa Tangerang Gemilang 2026
-
Tangerang1 minggu agoDari Masjid untuk Masa Depan Digital, Diskominfo Tangerang Selatan Luncurkan GPS Digital Academy Innovation Center



