Nasional
Penanganan Konten Asusila di Dunia Maya, Kementerian Kominfo Libatkan Pemangku Kepentingan
Jakarta — Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara menyatakan penanganan konten dunia maya sangat dinamis. Oleh karena itu, Kementerian Kominfo membutuhkan keterlibatan pemangku kepentingan dalam menetapkan batasan konten, salah satunya mengenai konten asusila yang sangat dinamis.
“Salah satu isu yang senantiasa dinamis dalam menangani konten di dunia maya berkaitan dengan asusila. Memang sesuatu yang diatur tetapi berkaitan dengan kehidupan masyarakat senantiasa dinamis dan selalu berubah. Salah satunya mengenai konten asusila,” ungkap Rudiantara saat memberikan sambutan pembuka Sarasehan Nasional Penanganan Konten Asusila di Dunia Maya di Museum Nasional Jakarta, Senin (12/08/2019).
Menteri Kominfo mendorong pelaksanaan acara sarasehan ini secara berkala. Dengan rutin melibatkan pemangku kepentingan atau stakeholders akan dapat dipahami berbagai pemikiran yang berkembang secara dinamis.
“Kita harus punya koridor batasan karena dinamika yang terus terjadi bisa menjadi kontrovensi, bukan hanya di dunia maya akan tetapi jg di dunia nyata,” tandas Rudiantara.
Sarasehan Nasional yang digelar oleh Direktorat Jenderal Aplikasi Informatika itu melibatkan pemangku kepentingan terkait seperti Komisi Perlindungan Anak Indonesia, NGO, CSO, budayawan, tokoh agama, seniman, serta media massa untuk menyampaikan padangannya tentang definisi, patokan, dan batasan konten yang melanggar muatan asusila.
“Saya mengharapkan dapat terjalin koordinasi, kolaborasi, dan kerjasama serta menghimpun pandangan dan perspektif seluruh mitra dan stakeholders yang hadir untuk bergerak bersama dalam menangkal konten negatif internet khususnya terkait dengan pornografi dan asuslia,” harap Rudiantara.
Data pantauan Tim AIS Kementerian Kominfo, sampai dengan Bulan Juli 2019 ditemukenali 2.457 konten berupa berita bohong, 898.109 konten pornografi, dan 3.021 konten penipuan. Selanjutnya terdapat 10.451 konten radikalisme dan 71.265 konten perjudian. Dari sekian konten negatif yang telah disebutkan, konten asusila atau pornografi merupakan bahaya laten yang ditakutkan oleh sebagian besar orang tua karena dapat mempengaruhi tumbuh kembang anak.
-
Tangerang4 minggu agoLibatkan 134 Organisasi Kepemudaan di Pra Musrenbang, Pemkot Tangerang Selatan Dorong Pemuda Jadi Motor Pembangunan
-
Tangerang4 minggu agoPra-Musrenbang Tematik, Tangerang Selatan Matangkan Strategi Penurunan Stunting
-
Tangerang4 minggu agoPemkot Tangerang Selatan Ajak Warga Sukseskan ORI Campak Serentak, Sasar 109 Ribu Anak
-
Tangerang3 minggu agoEvaluasi BLUD Kesehatan Tangerang Selatan, Pilar Saga Targetkan Faskes Daerah Setara RS Swasta Profesional
-
Tangerang2 minggu agoHPSN 2026, Pilar Saga Sampaikan Pentingnya Pilah Sampah Sejak Sekolah untuk Bentuk Generasi Cerdas
-
Tangerang3 minggu agoPembangunan Tangerang Selatan 2027, Benyamin: Infrastruktur Diperkuat hingga Layanan Publik Berbasis Digital Dikebut
-
Tangerang2 minggu agoKomitmen Penuhi Kebutuhan Air Bersih Masyarakat, Pemkot Tangerang Selatan Dukung Pembangunan SPAM Kali Angke 2
-
Tangerang3 minggu agoGandeng HIMPSI dan IPSI, Pilar Saga Dorong Pendidikan Karakter dan Mental Anak Lewat Kolaborasi Lintas Sektor



