Nasional
Gairah Ekonomi Bangladesh Tumbuh Pesat, Kemlu RI : Kita Perlu Masuk Secepatnya
Kabartangerang.com.COM – Indonesia melihat potensi pasar Bangladesh cukup menjanjikan kedepanya. Dengan laju pertumbuhan ekonomi yang mencapai 7,9 persen tahun 2018, salah satu yang tertinggi di dunia, maka mau tidak mau Indonesia harus segera menancapkan diri di negara tersebut.
Direktur Asia Selatan dan Tengah (Asselteng) Kementerian Luar Negeri, Ferdy Piay mengatakan, Bangladesh masih dilihat sebelah mata sebagai mitra dagang potensial Indonesia. Padahal, kata dia, dengan penduduk 160 juta jiwa dan ekonomi yang tumbuh sangat pesat, Bangladesh merupakan mitra bisnis menjanjikan buat Indonesia.
“Kita perlu masuk secepatnya untuk ambil peluang yang ada. Kalau terlambat, ketika ekonomi Bangladesh semakin kuat, maka akan sulit bagi Indonesia untuk berkompetisi,” papar Ferdy, dihadapan pelaku usaha Indonesia dan Bangladesh dalam forum Updates from the Region: Bangladesh di ICE, BSD, Tangerang, Jumat (18/10).
Sementara itu, Dubes Besar RI untuk Bangladesh, H.E. Rina P. Soemarno menyampaikan bahwa potensi dan peluang bisnis dan investasi di Bangladesh terbuka luas. Ia juga membeberkan terdapat hambatan ditengah peluang ini. Salah satunya belum adanya direct flight dan juga kargo yang langsung ke Bangladesh.
Selain itu, turis maupun pelaku usaha Indonesia pun belum mendapatkan fasilitas Visa on Arrival (VoA) ke Bangladesh. “Pada pelaksanaan Indonesia Fair 2018 menghasilkan nilai transaksi riil hampir US$280 juta. Pada Indonesia Fair 2019, nilai transaksi mencapai US$186 juta dengan transaksi potensial lebih dari US$ 1 miliar. Sementara nilai perdagangan Indonesia-Bangladesh tahun 2018, mencapai US$1.97 milyar. Naik sebesar 48 persen sejak tahun 2016,” bebernya.
Seperti diketahui, sekitar 100 pelaku usaha Indonesia dan Bangladesh mengikuti forum Updates from the Region: Bangladesh di ICE, BSD, Tangerang, ini, untuk mempelajari peluang kerja sama dagang dan investasi antara kedua negara.(18/10)
Acara dimulai dengan penandatanganan MoU antara Garuda Maintenance Facilities (GMF Indonesia) dengan Intraco (Bangladesh) di bidang maintenance repairing dan overhaul pesawat terbang oleh Dirut GMF, Tazar Marta Kurniawan dengan Presdir Intraco, Muhammad Riyadh Ali.
Hadir sebagai pembicara, Duta Besar RI untuk Bangladesh, H.E. Rina P. Soemarno; Direktur Asia Selatan dan Tengah Kementerian Luar Negeri, Ferdy Piay; Presdir Intraco, Muhammad Riyadh Ali; Export Manager CV Laksana, Werry Yulianto; dan Project Business Internasional Peruri, Junaedi.[asa]
-
Tangerang2 bulan agoBenyamin Ajak Warga Tangerang Selatan Urus Tanah Warisan, Ada Diskon BPHTB 81 Persen
-
Kota Tangerang2 bulan agoBeri Wejangan Wisudawan Universitas Yuppentek Indonesia, Sachrudin: Terus Belajar, Adaptif & Ciptakan Peluang
-
Kabupaten Tangerang2 bulan agoBupati Tangerang Maesyal Rasyid: Semangat Kemerdekaan Harus Dihidupkan dari Lingkungan Masyarakat
-
Kabupaten Tangerang2 bulan agoWabup Intan Nurul Hikmah Ajak Warga Isi Kemerdekaan Dengan Karya, Kebersamaan dan Gotong Royong
-
Kota Tangerang2 bulan agoUMKM Award Kota Tangerang 2026, Maryono: Pacu Produk Lokal Menuju Global
-
Tangerang2 bulan agoMelalui Tangerang Selatan Mengaji, Pilar Saga Dorong Peran Guru Ngaji Diperkuat untuk Bentuk Karakter Generasi Muda di Era Digital
-
Kota Tangerang2 bulan agoTuridi Susanto Ajak Masyarakat Hidup Sehat Bersama ISDMI
-
Tangerang2 bulan agoTingkatkan Kompetensi Digital, Warga Tangerang Selatan Belajar Content Creator dan Coding di Masjid



