Entertainment
Demi Menggaji Karyawan, Ivan Gunawan Ancam Klien yang Belum Bayar

Kabartangerang.com — Resah belum ada kabar pembayaran, Ivan Gunawan akhirnya memberi batas waktu kliennya yang sudah memesan gaun pernikahan tetapi batal menikah karena corona.
Setelah nantinya ditagih secara baik-baik tidak mempan, desainer kondang ini nantinya bakal menyebut nama klien yang belum juga membayar pesanannya tersebut.
Padahal, gaun pernikahan yang diminta buru-buru jadi itu sudah rampung dikerjakan dengan meminta karyawannya lembur.
“Pokoknya mau eike posting, sampai minggu depan dia enggak juga bayar, gue sebut namanya,” ancam Ivan di acara Brownis, Kamis (16/4/2020).
Berbeda perlakuan jika pria yang karib disapa Igun ini mengenal dengan baik kliennya.
“Kalau Indra Bekti bayar gaun sampai setahun dicicil waktu itu, tetapi itu kan sahabat dan kenal juga. Lah ini kita enggak kenal sama orangnya,” sambung Igun.
Hal itu terpaksa harus dilakukan Igun, mengingat kondisi pandemi corona yang berdampak pada pendapatannya, yang juga harus membayar pegawai.
“Ini kan kondisinya lagi kayak gini, jadi kita pikirin bener-benar, uang apa yang kira-kira bisa dipakai untuk gaji pegawai,” tandas Igun. (JPNN)
-
Kota Tangerang5 hari ago
Raperda Perubahan APBD Disetujui DPRD, Sachrudin: Bukti Komitmen Bersama Bangun Kota Tangerang
-
Nasional7 hari ago
Gerardus Budisatrio Djiwandono Keponakan Prabowo Resmi Ditetapkan sebagai Ketua Umum Pengurus Nasional Karang Taruna Periode 2025โ2030
-
Tangerang5 hari ago
Perbaikan Jalan Magnolia Serpong Utara Rampung, DSDABMBK Tangerang Selatan Ganti Paving Block Jadi Beton
-
Tangerang5 hari ago
Semarakkan HUT ke-80 RI, Paramount Land Gading Serpong Gelar Festival Kemerdekaan
-
Kota Tangerang5 hari ago
BLK Kota Tangerang Sukses Cetak Belasan Programmer Muda Berkualitas
-
Kota Tangerang5 hari ago
Piala Soeratin U17, Persikota Tangerang Menang 5-1 Melawan Raga Negeri
-
Kota Tangerang5 hari ago
Aplikasi Tangerang LIVE Tembus 1,3 Juta Pengunduh
-
Tangerang6 hari ago
Pemkot Tangsel Klarifikasi Akses Jalan Kandang Sapi Lor: Bukan Aset Pemerintah, Tapi Pengembang