Entertainment
Kisah Pilu di Malam Kematian Ustad Jefri Al Buchori, Abidzar: Saya yang Salah
Kabartangerang.com, JAKARTA– Tujuh tahun sudah Ustad Jefri Al Buchori (Uje) berpulang ke haribaan Tuhan. Putra pertamanya, Abidzar Al Ghifari berbagi cerita mengenang kepergian ayah tercintanya.
Uje meninggal dunia pada 26 April 2013 silam. Ia mengembuskan napas terakhir di usia 40 tahun karena kecelakaan tunggal saat mengendarai motor.
Kala itu Abidzar masih terlalu belia untuk menerima kenyataan ditinggal ayah untuk selama-lamanya. Saat malam sebelum Uje kecelakaan, Abi demikian ia biasa disapa merengek dibelikan sepatu futsal.
Almarhum pun meminta istrinya Umi Pipik Dian Irawati menemani Abidzar membeli sepatu futsal. Saat sampai di mall, Umi Pipik terima telepon dari Uje izin mau pergi naik motor gede. Umi Pipik sempat melarang Uje karena saat itu ia sedang tidak sehat.
“Di PIM Ummi ditelepon Abi izin mau motoran. Umi sempat larang karena kan juga lagi nggak enak badan. Tapi Abi maksa,” ucap Abidzar di video YouTube Alfie Alfandy, dikutip fajar.co.id, Senin (27/4/2020).
Sekitar pukul 23.00 WIB, Umi Pipik menerima telepon dari seseorang yang menyampaikan bahwa Uje alami kecelakaan. Saat itu juga Umi Pipik histeris sejadi-jadinya.
Abidzar dan adiknya hanya bisa termangu karena Umi Pipik tidak menjelaskan apa yang terjadi.
“Abidzar ikut ke rumah sakit, masuk UGD. Umi saat itu masih nangis-nangis, marah-marahin dokter karena Abi masih hangat,” kisah Abidzar.
Dari kejauhan Abidzar dan adiknya hanya bisa melihat Uje terbaring kaku dari balik kaca UGD. Saat Uje diboyong ke kamar jenazah, saat itu pula Abidzar menyadari bahwa ayahnya meninggal dunia.
Tangis dua bocah ini pun pecah. Tak pernah terbayang sebelumnya, usianya yang masih belia harus ditinggal Abi yang begitu dicintainya selama-lamanya.
Abidzar merasa bersalah karena jika dirinya tidak merengek dibelikan sepatu, mungkin peristiwa mengenaskan itu tidak terjadi.
Hingga kini saat ia telah mengerti segalanya, rasa bersalah itu masih bersarang di sanubarinya.
“Abi nangis kenceng, ngerasa nyalahin diri sendiri, ‘Nih seandainya gue nggak beli sepatu gue masih bisa ikut almarhum. Setidaknya gue bisa larang naik motor. Paling nggak gue ikut. Kalau gue ikut pasti Bokap kan mikir di rumah aja ah,” jelas Abidzar. (endra/fajar)
-
Tangerang4 minggu agoPemkot Tangerang Selatan Gelar Peringatan Nuzulul Quran, Benyamin Tekankan Nilai Religius dalam Kehidupan Kota
-
Tangerang4 minggu agoPilar Saga Dampingi Komisi IX DPR RI dan BPOM Pantau Keamanan Pangan di Pasar Modern BSD
-
Nasional4 minggu agoSejuntai Rasa Sedaap di Bulan Ramadan, Mie Sedaap Hadirkan Kehangatan di Puluhan Masjid di Indonesia
-
Jabodetabek4 minggu agoIKA FISIP UIN Jakarta 2025–2029 Resmi Dilantik, Alumni Didorong Jadi Kekuatan Intelektual
-
Tangerang4 minggu agoDWP Bersama DLH Tangerang Selatan Berbagi Bersama Penyapu Jalanan
-
Jabodetabek4 minggu agoInovasi Digital, Qurban Asyik Resmi Luncurkan Versi Terbaru Aplikasi di Festival Ramadhan 2026
-
Tangerang Selatan3 minggu agoOknum Pengurus DKM Ciputat Dilaporkan atas Dugaan Pelecehan Anak Berkebutuhan Khusus
-
Tangerang4 minggu agoDinas SDABMBK Tangsel Siapkan Infrastruktur Optimal Sambut Libur Lebaran 2026



