Kota Tangerang
LIPI Beberkan Beberapa Hasil Penelitian di Puspiptek
Kabartangerang.com- Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) melalui Pusat penelitian Fisika (P2F) mengembangkan beberapa penelitian yang hasilnya telah disampaikan di Pusat Penelitian Fisika LIPI, pada Selasa (2/7/2019).
Beberapa penelitian tersebut diantaranya energi terbarukan di bidang kelistrikan seperti fuel cell, baterai, dan turbin angin. Kemudian teknologi laser untuk mendeteksi bahan berbahaya, fiber optik sebagai sensor antisipasi kebencanaan, serta eksperimen Fisika pada perilaku eksotik suatu partikel atau zat.
Kepala Pusat Penelitian Fisika LIPI, Rike Yudiyanti mengatakan kegiatan grup penelitian ini merupakan program antisipasi kecelakaan lalu lintas yang bisa disebabkan oleh faktor alam maupun manusia.
“Seperti fuel cell merupakan piranti pembangkit listrik yang terbarukan dan ramah lingkungan karena tidak bising dan produk sampingnya hanya air atau uap air yang memiliki keunggulan dengan efisiensinya yang tinggi 60 persen, fleksibel, portabel, kerapatan daya yang besar, dan memerlukan waktu start-up relatif lebih cepat. Kegiatan difokuskan pada pembuatan gas diffusion layer (GDL) untuk aplikasi charger ponsel yang berasal dari biomassa sabut kelapa sawit sehingga bisa lebih ekonomis,” ujarnya.
Selain itu, pengembangan teknologi produksi hidrogen sebagai bahan bakar fuel cell melalui proses elektrolisis daya rendah sekaligus ramah lingkungan dengan memanfaatkan CO2 yang bisa menimbulkan efek rumah kaca sehingga mempengaruhi perubahan iklim, digunakan sebagai katalis, sehingga energi listrik yang diperlukan untuk memecahkan air (water splitting) menjadi hidrogen (H2) sangat rendah dan berpeluang dibuat secara massal.
“Perkembangan alat komunikasi seperti gadget sangat membutuhkan suplai energi dari perangkat baterai yang terpasang. Dan yang dikembangkan yaitu baterai energi dan baterai daya. Sementara pada kegiatan penelitian ini telah dihasilkan prototipe baterai dalam bentuk pouchcell atau cylinder cell 18650,” jelas Rike.
Untuk turbin angin merupakan alat untuk konversi energi angin ke energi listrik. Produk ini dikembangkan sebagai kerjasama antara LIPI dan A Wing group Jepang, sebuah produsen turbin angin. Keunggulan produk ini adalah memiliki lifetime yang panjang, berbeda dengan turbin angin yang ada selama ini di nusantara. Daya output bervariasi, yaitu 300, 500, dan 1000 watt.
“Target kami dalam kegiatan penelitian ini adalah membuat sistem dasar dalam produksi turbin angin lokal,” jelasnya.
Pada kegiatan laser, Pusat penelitian Fisika LIPI menghadirkan teknologi alternatif untuk mendeteksi bahan berbahaya dan beracun, yaitu teknologi laser spectroscopy, photoluminescence dan raman spectroscopy. Ketiga teknik tersebut menggunakan laser sebagai sumber deteksinya dan tidak memerlukan sampel uji, sehingga pengujian bisa cepat. (nad)
-
Tangerang2 bulan agoBenyamin Ajak Warga Tangerang Selatan Urus Tanah Warisan, Ada Diskon BPHTB 81 Persen
-
Kota Tangerang2 bulan agoBeri Wejangan Wisudawan Universitas Yuppentek Indonesia, Sachrudin: Terus Belajar, Adaptif & Ciptakan Peluang
-
Kabupaten Tangerang2 bulan agoBupati Tangerang Maesyal Rasyid: Semangat Kemerdekaan Harus Dihidupkan dari Lingkungan Masyarakat
-
Kabupaten Tangerang2 bulan agoWabup Intan Nurul Hikmah Ajak Warga Isi Kemerdekaan Dengan Karya, Kebersamaan dan Gotong Royong
-
Kota Tangerang2 bulan agoUMKM Award Kota Tangerang 2026, Maryono: Pacu Produk Lokal Menuju Global
-
Tangerang2 bulan agoMelalui Tangerang Selatan Mengaji, Pilar Saga Dorong Peran Guru Ngaji Diperkuat untuk Bentuk Karakter Generasi Muda di Era Digital
-
Kota Tangerang1 bulan agoTuridi Susanto Ajak Masyarakat Hidup Sehat Bersama ISDMI
-
Tangerang1 bulan agoDLH Kota Tangerang Selatan Gelar Uji Emisi Selama 3 Hari, Targetkan 1.500 Kendaraan



